Bitratex Genggam Kontrak Jangka Panjang

Pelemahan ekonomi global sempat mengganggu kinerja perusahaan pemintalan benang, PT Bitratex Industries. Tapi, kenaikan penjualan sepanjang 2015 membuat manajemen yakin kinerja ekspor akan terus naik. Mereka juga sukses mengikat kerjasama jangka panjang dengan beberapa pelanggan. Kekuatan finansial para buyer ini pun tidak diragukan karena 90% adalah pemain besar dalam industrinya masing-masing.

abhay-agrawal-britatex-kiri-jpg Abhay Agarwal, Director PT Bitratex Industries.

“Melihat pertumbuhan volume penjualan sepanjagn 2014 hingga 2015, kami akan menambah kapasitas ekspornya sebesar 15% setiap tahun,” kata Abhay Agarwal, Director PT Bitratex Industries.

Optimisme tersebut mengemuka setelah melihat data volume penjualan perseroan yang terus naik sejak tahun 2012 yang hanya 33 ribu metrik ton. Ketika itu, volume ekspor mencapai 24 ribu metrik ton. Volume ekspor terus naik seiring bertambahnya volume penjualan hingga pada 2015 angkanya mencapai 48 ribu metrik ton sementara yang diekspor adalah 36 ribu metrik ton. “Tahun 2015, penjualan mencapai US$ 111,18 juta sedangkan nilai ekspornya adalah US$ 90,49 juta,” kata dia.

Dia yakin produk berkualitas yang dihasilkan Bitratex akan kompetitif di pasar internasional. Dalam bisnis, margin keuntungan memang seringkali naik-turun. Untuk itulah, perseroan kini fokus mengembangkan produk spesial yang berkualitas tinggi sembari terus meningkatkan efisiensi produksi.

“Indonesia adalah negara eksportir benang terbesar setelah China dan India. Bitratex adalah salah satu dari pemain yang menyasar segmen menengah. Dengan kualitas yang kami miliki, apapun kondisi ekonominya, kami percaya masih tetap kompetitif,” katanya.

Dia menjelaskan, produk Bitratex cocok untuk banyak aplikasi industri seperti pembuatan jok kulit, tikar, sabuk pengaman di industri otomotif, industri medis untuk perban dan seprai, industri kemasan dan industri konstruksi, industri kertas ampelas.

“Benang produksi Bitratex juga di pakai untuk produksi kain anti statis untuk pakaian jadi yang biasa digunakan dalam industri elektronik atau listrik. Fokus kami adalah kualitas yang terbaik, service dan bisa diandalkan,” kata dia.

Nilai tukar dolar Amerika yang fluktuatif tidak menjadi masalah karena pembelian bahan baku dan penjualan untuk ekspor dilakukan dalam mata uang yang sama. “Prioritas kami adalah kualitas. Bitratex terkenal dengan kualitasnya dan bukan kuantitas. Jadi jika kualitasnya baik mau kondisi sesulit apapun, konsumen akan punya preferensi sendiri,” kata dia.

Bitratex merupakan perusahaan pemintalan benang hasil join venture antara Thakral Group dan Tolaram Group dari Singapura. Perusahaan yang mulai beroperasi pada tahun 1979 ini memiliki pabrik seluas 23 hektar di Semarang dengan kantor pusat di Jakarta dan kantor marketing di Bandung. (Reportase: Maria Hudaibyah Azzahra)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)