BKPM : 141 Proyek Investasi Buka Peluang Tenaga Kerja 65 Ribu

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengawal proyek investasi sebanyak 200 perusahaan dalam tahap konstruksi sepanjang tahun 2015 lalu. Kini, sudah ada 59 proyek yang sudah beroperasi dan sisanya 141 proyek sedang dalam tahap konstruksi. Menurut, Franky Sibarani, Kepala BKPM, kelak 141 proyek tersebut akan menyerap tenaga kerja Indonesia hingga 65 ribu orang. Jika dirinci berdasarkan bidang industrinya, maka 141 proyek tersebut terdiri dari 33 proyek di industri makanan, 24 proyek di industri logam dan mesin, 17 proyek pembangkit listrik, 10 proyek properti, 9 proyek alat transportasi dan sisanya dibinag tekstil, kimia dan farmasi serta hotel dan restoran. Sebaran proyeknya adalah 70 proyek di luar Jawa dan 71 proyek di Jawa. Nilai investasi yang sudah direalisasikan dari 141 proyek tersebut adalah sebesar Rp 157 triliun.

BKPM

Sedangkan, 59 proyek yang sudah masuk tahap operasi dan produksi telah menyerap tenaga kerja sebanyak 14679 orang. Proyek-proyek tersebut sebagian besar di luar Jawa sebanyak 33 proyek dan di Pulau Jawa sebanyak 26 proyek. Proyek investasi di luar Jawa diantaranya tersebar di Sumatera Utara 9 proyek, Bali 5 proyek, Sumatera Selatan dan Riau masing-masing 3 proyek, Kalimantan timur, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat masing-masing sebanyak 2 proyek, serta Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Lampung, Sulawesi Tengah dan Papua Barat masing-masing 1 proyek. Sedangkan jika dilihat dari bidang industrinya, 59 proyek tersebut terdiri dari 11 proyek industri makanan, 9 proyek industri kimia farmasi, 7 proyek hotel dan restoran, 5 proyek industri karet, 5 proyek pembangkit listrik, dan 5 proyek logam dan mesin. Total nilai investasi 59 proyek tersebut adalah Rp 108 triliun.

Para investor dari 59 proyek tersebut datang dari Singapura sebanyak 12 proyek, Jepang sebanyak 9 proyek dan sisanya dari Republik Rakyat Tiongkok, Belanda, dan Korea Selatan. “Dari total 200 proyek tersebut, 108 proyek investasi tahap pertama kami kunjungi langsung kemudian sisanya di tahap kedua kami kawal lewat diskusi dan pertemuan,” jelas M.M Azhar Lubis, Deputi bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM. Lebih lanjut Azhar mengatakan, kalau tahap pertama dan kedua proyek tersebut selesai maka akan ada nilai ekspor sebesar US$ 15,2 miliar yang akan masuk. Sedangkan niali subtitusi importnya adalah sebear US$ 634 juta. “Jadi sebetulnya dengan adanya tambahan nilai ekspor tadi sangat bagus untuk memperbaiki neraca perdagangan kita,” ujarnya. “Selain itu juga, dari realisasi proyek investasi ini juga akan ada tambahan pasokan listrik 3400 mega watt atau sekitar 10 % dari total 35 ribu mega watt yang menjadi target pemerintah,” lanjut Azhar.

Menurut Franky, capaian realisasi investasi 200 perusahaan tersebut menunjukkan dua hal penting. Pertama, bahwa investasi tetap positif di saat terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi yang dikhawatirkan akan menunda proses realisasi investasi. Kedua, pengawalan terhadap proyek investasi yang sedang konstruksi ini dapat mendorong pencapaian target realisasi tahun 2016 yang mencapai Rp 594,8 triliun. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)