Bongkar Pasang Pejabat BUMN Ala Erick Thohir

Bongkar pasang komisaris dan direksi perusahaan pelat merah terus dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir. Pada akhir pekan lalu, misalnya, Erick merombak pengurus PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom.

Berikut sejumlah perombakan yang dilakukan Erick pada perusahaan pelat merah sepanjang setahun lebih menjadi menteri.

1. PT Pertamina (Persero)

Sebulan setelah menjadi menteri, Erick membongkar ulang komisaris dan direksi Pertamina pada akhir November 2019. Empat nama-nama masuk ke perusahaan.

Di antaranya yaitu Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Komisaris Utama. Ada juga Eks Direktur Utama Telkomsel, Emma Sri Martini, sebagai Direktur Keuangan Pertamina.

2. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk

Pertengahan Desember 2019, Erick menunjuk Dana Amin sebagai Direktur Utama Antam. Dana menggantikan Arie Prabowo Ariotedjo yang sebelumnya telah menjabat sejak 2 Mei 2017.

Selain posisi dirut, Erick juga menunjuk Agus Surya Bakti sebagai komisaris utama menggantikan Fachrul Razi, yang naik sebagai Menteri Agama. Keduanya sama-sama purnawirawan TNI. Tercatat, jabatan terakhir Agus ialah sebagai Sekretaris Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan HAM periode 2018-2019.

3. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)

Akhir Desember 2019, Erick Thohir menunjuk Amien Sunaryadi sebagai Komisaris Utama PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN. Amien adalah bekas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas, serta bekas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kemudian, Erick menunjuk Zulkifli Zaini sebagai Direktur Utama PLN. Zulkifli sebelumnya pernah menjadi Komisaris Independen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk BNI dan Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

4. PT Bukit Asam (Persero) Tbk

Awal tahun 2020, Erick kemudian mengangkat Hadis Surya Palapa sebagai Direktur Operasi dan Produksi Bukit Asam. Hadis yang sebelumnya menjabat sebagai Sekertaris Perusahaan, menggantikan Suryo Eko Hadianto.

Selain Hadis, beberapa nama lain juga ditunjuk di antaranya E. Piterdono HZ, Carlo Brix Tewu, dan Irwandy Arif sebagai komisaris menggantikan Robert Heri, Taufik Madjid, dan Soenggoel Pardamean Sitorus. Lalu, Andi Pahril Pawi diangkat sebagai komisaris independen menggantikan Heru Setyobudi Suprayogo.

5. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk

Akhir Januari 2020, Erick menunjuk Arcandra Tahar sebagai komisaris utama PGN. Arcandra tak lain adalah Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada pemerintahan Presiden Joko Widodo, 2014-2019.

Untuk kursi Direktur Utama PGN, pergantian baru dilakukan pada Mei 2020. Dirut Gigih Prakoso, digantikan oleh Suko Hartono, eks Direktur PT Pertamina Gas.

6. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Bekas pejabat pemerintahan yang masuk ke BUMN tak hanya Arcandra saja. Akhir Januari 2020, ada juga Triawan Munaf, mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang menjadi Komisaris Utama Garuda Indonesia.

Selanjutnya, Irfan Setiaputra, eks Direktur PT Industri Telekomunikasi Indonesia atau Inti, ditetapkan menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia. Irfan menggantikan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Ashkara yang terjerat kasus penyelundupan motor gede Harley Davidson.

7. PT Kereta Api Indonesia (Persero)

Awal Maret 2020, giliran KAI yang dirombak Erick Thohir. Eks Direktur Keuangan KAI, Didiek Hartantyo ditunjuk sebagai pimpinan tertinggi perusahaan kereta milik negara ini, menggantikan Edi Sukmoro.

8. PT Pelni (Persero)

Selain KAI, jajaran Pelni juga dirombak pada Maret 2020 ini. Erick memberhentikan dengan hormat Loto Srinaita Ginting dan Danang Parikesit dari jajaran komisaris dan mengangkat Eddy Susanto Soepadmo serta Marwanto sebagai anggota Dewan Komisaris yang baru.

9. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

Erick Thohir pada Jumat kemarin menunjuk Muhammad Fajrin Rasyid yang notabene merupakan pendiri Bukalapak sebagai Direktur Digital Business dan Rizal Mallarangeng sebagai Komisaris Telkom. Kepada jajaran baru Telkom ini, Erick mengatakan semua jajaran direksi memiliki Key Performance Indicator.

"Saya sudah sampaikan pada mereka bahwa harus siap dicopot bila tidak memenuhi target-targetnya," ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Jumat, 19 Juni 2020.

9. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)

Lalu dalam minggu ini, selain Telkom, Erick juga merombak jajaran Pelindo III. Ada nama Saefudin Noer yang ditetapkan sebagai Direktur Utama, Boy Robyanto sebagai Direktur Teknik, dan Putut Sri Muljanto sebagai Direktur Operasi dan Komersial.

Kemudian, Edi Priyanto sebagai Direktur SDM, Endot Endrardono sebagai Direktur Keuangan, dan Kokok Susanto sebagai Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis. Saefudin Noer bukan sosok baru di Pelindo III, dia pernah menjadi Direktur Keuangan Pelindo III pada 2015-2018.

10. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Dalam akhir pekan ini, Erick Thohir juga merombak jajaran komisaris di tubuh Semen Indonesia. Ia menunjuk Rudiantara sebagai komisaris Utama perseroan. Menteri Komunikasi dan Informatika era Kabinet Indonesia Kerja itu menggantikan Soekarwo yang mengundurkan diri dari posisinya.

"Rapat (RUPST) menyetujui pengunduran diri Bapak Soekarwo sebagai Komisaris Utama. Selanjutnya, rapat mengangkat Bapak Rudiantara sebagai Komisaris Utama," tulis manajemen Semen Indonesia dalam keterangannya, Jumat, 19 Juni 2020.

Sumber: Tempo.co

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)