Brantas Abipraya Bangun Rusunawa di Jateng

PT Brantas Abipraya (Persero) segera memulai pembangunan rusunawa di Jawa Tengah (Jateng). Sedianya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan ground breaking dimulainya pembangunan rusunawa yang dipusatkan di Jawa Tengah (Jateng) tersebut pada 29 April 2015.

Pembangunan rusunawa tersebut sebagai tindak lanjut dari rencana Presiden Jokowi yang telah mencanangkan 10 ribu rusunawa di 14 provinsi di Indonesia untuk perumahan para buruh pabrik, ke-14 provinsi yang dipilih itu diutamakan berada di sekitar kawasan industri.

Direktur Utama PT Brantas Abipraya (Persero) Bambang E Marsono, selaku kontraktor pembangunan rusunawa tersebut, mengatakan, rusunawa di Jawa Tengah itu terletak di Pemkab Ungaran yang terdiri dari dua tower dengan tipe T24 (96 kamar) dan T36 dengan 70 kamar. Sedangkan satu tower di Pemprov Semarang hanya satu tipe yakni T24 dengan 96 kamar.

“Karena pembangunan rusunawa di Jawa Tengah tersebut yang pertama kalinya dari serangkaian pembangunan rusunawa secara menyeluruh di Indonesia, maka ground breaking ini menurut rencana akan dibarengi dengan teleconference sekaligus menandai ground breaking serentak untuk seluruh Inodnesia,” kata Bambang dalam keterangan resminya di Jakarta.

Rusunawa (ilustrasi) (Foto: IST) Brantas Abipraya membangun rusunawa di Jawa Tengah (Foto: Ilustrasi/IST)

Nilai kontrak pembangunan rusunawa di Jateng tersebut mencapai Rp 64,45 miliar dengan target penyelesaian selama 7 bulan atau 210 hari. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, PT Brantas Abipraya (Persero) sebelumnya sudah mengerjakan sejumlah proyek rusunawa di wilayah Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai kontrak Rp 158,96 miliar, meliputi 62 rusunawa pada akhir 2014. PT Brantas Abipraya (Persero) baru saja melakukan emisi obligasi senilai Rp 300 miliar di Bursa Efek Indonesia.

Perseroan mengelola dua bidang usaha, yaitu Sumber Daya Air (SDA) berupa pembangunan bendungan-bendungan, yang eksistensinya sudah diakui sebagai market leader di Indonesia dengan tingkat daya saing sebesar 30%. Bidang usaha lainnya adalah non SDA yang meliputi bidang konstruksi pembangunan jalan dan gedung-gedung bertingkat.

Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2014, perseroan membukukan kenaikan total asset menjadi Rp 1,64 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,15 triliun. Pendapatan usaha Perseroan juga melonjak 58,33% menjadi Rp 2,28 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,44 triliun. Perseroan juga mencatat kenaikan laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp 18 miliar menjadi Rp 90,83 miliar dibandingkan laba komprehensif tahun sebelumnya sebesar Rp 72,78 miliar atau naik 24,8%.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)