BRI Bantu Pemprov DKI Kembangkan Blok G Tanah Abang

Setelah direnovasi, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, berencana akan mengembangkan Blok G Tanah Abang menjadi sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah. Dan untuk mengembangkan blok tersebut, Jokowi menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang telah berpengalaman dan  fokus pada pembiayaan UMKM.

"Kami ingin Tanah Abang jadi sentra primernya UMKM dari seluruh Indonesia," ujar Jokowi, begitu ia kerap disapa, Senin (2/9/2013).

Sebagai informasi, pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, telah beroperasi sejak 1 September 2013, dengan kapasitas 968 kios. Ia mengatakan, UMKM yang berjualan di Blok G, antara lain, pedagang pakaian muslim, kerajinan, batik, garmen, dan lainnya. Blok G diharapkan dapat menjadi pusat grosir produk-produk tersebut.

Jokowi menambahkan, dengan segala kemudahan yang diberikan Pemprov DKI nantinya, para PKL diharapkan tidak lagi turun ke bantaran atau badan jalan untuk berjualan, dan nantinya para PKL juga akan dijadikan pedagang formal supaya statusnya sekelas dengan pedagang lama di Blok G.

"Nantinya para konsumen bisa berwisata belanja, dengan konsep pusat grosir. Artinya, dari situ bisa keluar yang namanya ekspor ke mana-mana pada segmen-segmen yang berbeda," ucap dia.

Upaya menjadikan Blok G sebagai pusat grosir dan sentra UMKM ini dilakukan Jokowi sebagai bentuk pemberian kesempatan dan kenyamanan kepada pedagang UMKM. "Kan memang usaha kecil, usaha rumah tangga, usaha mikro, perlu ruang pamer, perlu tempat untuk memasarkan produk, tidak hanya mal saja. Industri itu perlu cara-cara dan fasilitas seperti itu," tuturnya.

Multipolar Siap Dukung Teknologi Perbankan MikroBRI, sebagai bank BUMN, pun siap mendukung langkah Pemprov DKI. “Kami selalu siap mendukung langka-langkah pemerintah, khususnya dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pascarelokasi dan renovasi pasar Blok G Tanah Abang. Terlebih, BRI akan menempatkan unit kerja terkecilnya yang menyasar pasar basah, yakni Teras BRI untuk mendukung perekonomian pedagang Blok G Tanah Abang dengan memfasilitasi mereka dengan berbagai produk simpanan maupun pinjaman mikro. Teras BRI diharapkan dapat memfasilitasi berbagai keperluan dari para pedagang khususnya dalam transaksi finansial,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI, Muhamad Ali.

Saat ini, di area Pasar Tanah Abang, BRI telah memiliki satu Teras BRI yang sudah online, yakni Teras BRI Pasar Tasik. Dan untuk mendukung operasional pasar tersebut, khususnya Blok G, BRI berencana menambah dua Teras BRI di sana.

Segmen mikro memang menjadi magnet luar biasa bagi industri perbankan. Selain terbukti lebih tahan terhadap guncangan krisis yang melanda, seperti pada tahun 1997 dan 2008, UMKM juga menjadi penyangga ekonomi rakyat.

Dari sasaran mikro tersebut, hampir dipastikan pasar-pasar tradisional menjadi salah satu akses penting dalam penyalurannya. Sehingga tidak heran dalam penyaluran kreditnya, BRI sebagai bank terbesar yang terus eksis mengelola bisnis pembiayaan ke sektor mikro dan UMKM, menempatkan Teras BRI, yang merupakan perpanjangan tangan dari BRI Unit, untuk membangun dan menjaga pangsa pasar, serta ikut mendukung pengembangan perekonomian pasar tradisional, terutama para pedagangnya.

Perkembangan bisnis mikro BRI juga terus memperlihatkan momentum pertumbuhan yang menggembirakan. Pada triwulan II 2013, kredit mikro BRI tumbuh sebesar 26,4 persen (nett) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kredi pada periode itu mencapai Rp 122,08 triliun, atau meningkat sebesar Rp 25,49 Triliun.

Pertumbuhan menggembirakan tersebut dibarengi dengan pemeliharaan kualitas kredit. Hal tersebut tercermin pada tingkat non performing loan (NPL) kredit mikro yang hanya sebesar 0,46 persen (nett). Pertumbuhan kredit mikro BRI saat ini tidak hanya menghasilkan peningkatan outstanding pinjaman. Tetapi juga melalui peningkatan jumlah nasabah. Hingga akhir Juni 2013, jumlah debitur mikro BRI mencapai 5,9 juta orang.  Sebagai catatan, kontribusi kredit mikro BRI dalam portofolio kredit BRI terus meningkat dalam lima tahun terakhir.

Hal itu dipertegas lagi dengan kontribusi Teras BRI dan Teras BRI keliling dalam menopang kinerja Bisnis Mikro BRI. Apabila pada kuartal II 2012, keberadaan 1.867 buah Teras BRI dan Teras BRI Keliling telah berhasil menyalurkan pinjaman sebesar Rp 4,2 triliun, sementara simpanan tercatat Rp 1,6 triliun, maka pada kuartal II 2013 terjadi pertumbuhan 489 unit Teras BRI dan Teras BRI keliling sehingga menjadi 2.356 unit, yang telah menopang peningkatan yang signifikan baik untuk pinjaman dan simpanan, yang tercatat Rp 8,3 triliun dan Rp 2,8 triliun. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)