BTN: FLPP Bukan Bisnis Rugi

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menegaskan bisnis penyaluran KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), bukanlah sekadar bisnis amalan, namun juga menguntungkan.

Hingga saat ini, BTN menguasai 99% market share penyaluran KPR FLPP. Dari total realisasi penyaluran KPR FLPP yakni sebanyak 62.055 unit rumah yang didistribusikan oleh 11 bank, BTN menguasai 57.885 unit lewat bisnis konvensional. Sebanyak 2.746 unit lagi didistribusikan oleh BTN Syariah.

Sejauh ini, bank-bank lain menganggap bisnis KPR FLPP tidak seksi dari segi margin, hanya sekadar bisnis amalan untuk pengadaan perumahaan MBR. Namun hal tersebut tegas dibantah oleh Direktur Keuangan BTN, Saut Pardede.

Menurut Saut, margin KPR FLPP memang lebih rendah dari KPR komersial, yakni 4,5% sedangkan komersial mencapai 5,5%. “Padahal tidak bisa hanya dilihat seperti itu. Sebab kalau untuk pembiayaan KPR komersial, bank harus mencari sendiri, sedangkan kalau FLPP 50% nya sudah diberi pemerintah dengan bunga yang teramat rendah yakni 0,5%. KPR FLPP juga lebih aman karena ada asuransi,” tegasnya di Jakarta, Kamis (20/11).

Selain persoalan margin yang dianggap lebih rendah, kendala lainnya yang membuat bank enggan menyalurkan KPR FLPP adalah sumber jangka panjangnya. Hal ini lagi-lagi dibantah Saut. Menurutnya, saat ini sudah ada lembaga pembiayaan seperti SMF/Sarana Multigriya Finansial (Persero) yang bisa menjamin pinjaman jangka panjang dengan bunga flat, sehingga tidak terpengaruh terhadap kenaikan suku bunga.

Jadi, menurut Saut, keengganan bank untuk menyalurkan KPR FLPP tidak mendasar. “Operating cost nya kan lebih murah, sehingga kontribusi ke laba juga sama jika dibandingkan dengan KPR komersial,” cetusnya.

Tahun ini, BTN mendistribusikan KPR-FLPP senilai Rp 6,04 triliun untuk BTN konvensional dan Rp 281 miliar BTN Syariah. Sedangkan total pembiayaan nilai KPR-FLPP dari seluruh bank selama 2012 adalah Rp 6,38 triliun.

Sejak diiluncurkan program FLPP oleh pemerintah yakni sejak tahun 2010 hingga 2012 ini, BTN sudah mendistribusikan 170.306 unit KPR-FLPP untuk BTN konvensional dan 7.629 unit untuk BTN Syariah. Pada jangka waktu tersebut, KPR-FLPP yang disalurkan mencapai 179.606 unit dari total 11 bank.

Suku bunga KPR FLPP dipatok sebesar 7,25% oleh pemerintah. Porsi dana penyertaan pemerintah dan perbankan dalam pembiayaan rumah bersubsidi berbanding 50:50 serta masa tenor pembayaran selama 15 tahun. Suku bunga 7,25% tersebut sudah termasuk asuransi jiwa dan asuransi kebakaran. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)