BUMN Masih Jadi Pionir Pendapatan Negara

Keberadaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai entitas bisnis yang memberikan penerimaan bagi negara akan terus dikembangkan. Upaya memperkuat BUMN yang sehat akan diwujudkan dalam bentuk holding.BUMN yang jumlahnya mencapai 118 perusahaan ini memang memiliki potensi yang signifikan dalam pos pendapatan negara. Sumbangsih bagi pembayaran pajak dan pembayaran keuntungan juga mengalami peningkatan. Kecuali tahun 2014 menuju 2015 ketika krisis global. Ini sekaligus menjadikan BUMN sebagai agen pembangunan dan mewujudkan progam Nawacita.

rini

"BUMN yang untung dan sehat memberikan pemasukan bagi kas negara harus terus diupayakan. Dengan dwmikian, holding BUMN memang perlu diterapkan supaya peran BUMN untuk membangun kawasan yang tertinggal tetap dapat dilakukan," ujar Rini Soemarno, Menteri BUMN.

Saat ini, potensi BUMN dalam meningkatkan sumbangsih pemerintahan memang cukup besar. Meski mengalami penurunan sekitar Rp200 triliun, BUMN berupaya untuk kembali tumbuh. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberi konsentrasi pada beberapa sektor usaha antara lain logistik, infrastruktur, pangan, kelautan dan perikanan, serta industri.

"Sebagai agen pembangunan, hingga saat ini BUMN memang menjadi pionir. Selama ini pihak swasta tidak banyak, bahkan tidak mau memainkan peran ini," ujar Rini.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)