Butuh Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Untuk Capai Ketahanan Pangan

Berbicara pada Responsible Business Forum on Food and Agriculture (RBF), Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia,mengajak berbagai pihak di Asia Tenggara untuk memastikan setiap orang mendapatkan pangan yang aman dan bergizi, serta berkolaborasi dalam menjawab tantangan dalam isu perubahan iklim, pertumbuhan populasi, dan kompetisi penggunaan lahan.

Darmin menyampaikan, “RBF Jakarta merupakan mitra strategis bagi Pemerintah Indonesia dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kami mengharapkan sinergi semua pihak untuk menghadirkan aktivitas agrikultur yang menarik, termasuk bagi para pemuda.”

Dalam sambutannya, Shinta Kamdani, Presiden dari Indonesian Business Council for Sustainable Development (IBCSD) & Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia meminta para pemangku kepentingan bekerja sama dalam satu arah untuk mencapai SDGs.

“Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia merupakan produsen utama agrikultur dan jembatan antara Asia dan Australia. Bisnis yang dilakukan secara biasa bukan lagi pilihan. Kita membutuhkan kepemimpinan dan cara berpikir yang baru untuk memecahkan tantangan pembangunan berkelanjutan.”lanjut Shinta.

Franky Widjaja, Co-chairman, PISAgro & Chief Executive Officer Golden Agri-Resources, sependapat dengan Shinta mengenai kebutuhan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mentransformasi nilai rantai pangan dan agrikultur. Franky menantang peserta forum untuk “membuahkan hasil” dengan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan para petani.

RBF ke-5 ini menyambut lebih dari 400 pembuat keputusan di bidang pangan, agrikultur dan nutrisi yang berasal dari berbagai perusahaan, badan pemerintahan, investor, lembaga non-pemerintah, dan para petani untuk mendiskusikan solusi terhadap tantangan pangan dan nutrisi global, serta menyepakati aksi dan komitmen dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. RBF bertujuan merancang solusi terukur untuk mencapai kondisi ‘zero hunger’ yang mendasari sebagian besar SDGs.

RBF mendemonstrasikan dorongan dari beragam perusahaan internasional dan nasional seperti Sampoerna, Syngenta, Herbalife, Indofood, Louis Dreyfus Company, Musis Mas, dan FrieslandCampina dalam menjawab tantangan pangan global dan mendukung sistem agrikultur yang beragam, berkelanjutan dan bernutrisi. Selama dua hari forum tersebut, organisasi seperti Global Agri-Business Alliance, Grow Asia, US-Aid dan Croplife Asia berbagi contoh dari proyek dan inisiatif, serta menyoroti kerja sama mereka bersama sektor swasta dan pemerintah dalam mewujudkan SDGs dan, secara khusus, mengakhiri kelaparan.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)