Candi Borobudur Masih Diburu Wisatawan

Candi Borobudur telah berdiri dengan gagah di tanah Jawa jauh sebelum Angkor Wat berdiri di Kamboja dan katedral-katedral agung ada di Eropa. Candi Borobudur diakui UNESCO sebagai monumen Buddha termegah dan terbesar di dunia.

Para peziarah ramai mengunjungi Candi Borobudur pada pertengahan abad ke-9 hingga awal abad ke-11. Umat Buddha yang ingin mendapatkan pencerahan berduyun-duyun datang dari India, Kamboja, Tibet, dan China.

Tidak hanya megah dan besar, dinding Candi Borobudur dipenuhi pahatan 2672 panel relief yang jika disusun berjajar akan mencapai panjang 6 km. Hal ini dipuji sebagai ansambel relief Buddha terbesar dan terlengkap di dunia, tak tertandingi dalam nilai seni.

Kini, ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara masih memadati Taman Wisata Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terutama pada hari akhir pekan dan hari libur Nasional. Pada libur Natal tahun lalu bersamaan dengan liburan anak sekolah, jumlah pengunjung bisa mencapai 30.000 orang.

“Untuk menarik kunjungan wisatawan lokal, kami mengadakan pameran di beberapa kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Targetnya adalah sekolah-sekolah serta agen-agen perjalanan,” kata Kadiv Administrasi dan Keuangan Kantor Unit Taman Wisata Candi Borobudur, Aryono Hendro Malyanto.

Candi Borobudur Candi Borobudur

Sementara, upaya promosi lewat pameran ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, dan Belanda, juga rutin dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata. “Kami juga memasang iklan di agen perjalanan internasional seperti Asian Trails, dan lainnya,” ujarnya.

Untuk mendongkrak penambahan jumlah wisatawan yang datang, Taman Wisata Candi Borobudur juga menawarkan Paket Cinta Budaya untuk pelajar dengan harga tiket Rp25.000 per orang. Ada juga Paket Peduli Budaya untuk umum dan instansi seharga Rp50.000 per orang. Keduanya dapat juga digabung dengan paket wisata lain seperti Safari Gajah, Andong Wisata, paket Tilik Ndeso, dan lainnya.

Pada liburan sekolah lalu, yang berlangsung sejak 20 Desember 2014 hingga 4 Januari 2015, Taman Wisata Candi Borobudur menargetkan 25-30 ribu pengunjung per hari yang datang dari berbagai daerah, termasuk juga wisatawan asing. Targetnya, ada sebanyak 491 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2015, naik lima persen dibanding tahun sebelumnya sebanyak 485.683 orang.

Pengelola Taman Wisata Candi Borobudur juga mengawasi betul 8 variabel penting untuk memikat wisatawan, seperti kebersihan, kelengkapan informasi, kemudahan transportasi, kewajaran biaya, ketersediaan penginapan, pelayanan, keamanan, dan keunikan obyek.

Sejauh ini, faktor keunikan obyek masih yang utama. Candi Borobudur adalah destinasi wisata budaya yang didalamnya mengandung unsur sejarah yang penting untuk diketahui para generasi muda. Keunikan ini juga yang mengundang keingintahuan para pelancong asing.

”Di sekitar Candi Borobudur juga ada potensi wisata kuliner, kesenian, keindahan alam, dan lainnya. Ini yang membuat obyek wisata ini sangat diminati,” kata Aryono.

Pertunjukan kesenian tradisional biasanya digelar di Panggung Lumbini. Antara lain tong tong lek, kuda lumping, prajuritan, dayakan, jathilan, topeng ireng, kubrosiswo, wayang kulit, dan pentas musik keroncong. Selain itu, ada juga demo membatik dan demo kerajinan pensil gaul di Museum Samuderaraksa serta demo membuat gerabah di Museum Borobudur.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)