Cara BNI Dukung Batik Mendunia

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melanjutkan dukungannya pada upaya menduniakan batik Indonesia di luar negeri melalui American Batik Design Competition 2013, yang merupakan ajang kedua kalinya di Amerika Serikat. Dalam kompetisi ini, para desainer Amerika berlomba mendesain corak batik Indonesia sesuai dengan imajinasi para perancang.

Sekretaris Perusahaan BNI, Tribuana Tunggadewi, mengungkapkan hal tersebut, di Washington DC, Rabu (30/10/2013), saat menghadiri acara malam penganugerahan pemenang American Batik Design Competition 2013. Kompetisi ini digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amerika Serikat dan didukung oleh BNI sebagai pendukung utamanya.

batik bni“Kompetisi ini merupakan bentuk dukungan BNI dalam melestarikan warisan budaya dan pengembangan industri kreatif Indonesia. Langkah ini sejalan dengan bisnis BNI yang giat memberikan perhatian terhadap pelaku usaha kecil dan menengah kreatif,” ujar Tribuana.

Kompetisi ini digelar untuk menjembatani pengembangan industri kreatif Batik Indonesia ke pentas dunia, sekaligus mendorong proses akulturasi budaya batik Indonesia ke dalam keragaman budaya di Amerika Serikat. Model kompetisi serupa terus berkembang tidak hanya digelar di Amerika, tetapi juga di negara lainnya, seperti Italia.

Perkembangan ini telah menguatkan hubungan antar negara sekaligus mendekatkan budaya tradisional Indonesia dengan budaya populer kreatif Amerika Serikat. Melalui kompetisi ini, para desainer Amerika Serikat tertantang untuk menyalurkan gaya fashion yang mereka miliki dengan tema the spirit of America in the heritage of batik.

Para juri menetapkan tiga desainer sebagai pemenang American Batik Design Competition 2013, yaitu, pertama, Donna Backues, seorang artis studio, illustrator dari Philladelphia dengan tema desain “Ring of Fire Lighting the Flame of Liberty." Kedua, Anica Buckson, seorang pelajar fashion desainer dari Brighton, Massachusetts dengan desain batik yang bertema “North Native America.” Ketiga, Christiane Grauert, seorang Associate Professor dari Milwaukee Institute of Art and Design dengan tema desain “Many Faces Many Voices.”

Ketiga pemenang mendapatkan tiket untuk melakukan perjalanan ke kota-kota di Indonesia selama dua minggu (tur ke pengrajin batik) dan mengikuti pameran di Indonesia dan Amerika Serikat. Selain itu, masing-masing pemenang juga menerima hadiah uang tunai sebesar US$ 7.000.

Sejak American Batik Design Competition digelar pertama kali pada tahun 2011, terdapat sembilan desain batik dengan tema khas Amerika, yaitu cowboy, totem, divine unity, gandum, pantai, bintang dan garis, binatang (kerbau), dan kode elektronik (QR Code). Pada tahun ini, akan ada tambahan lima varian batik desain ala Amerika yang akan ditransformasikan dari desain digital ke pakaian batik riil ke pembuat batik di Yogyakarta.

Acara malam penganugerahan ini sekaligus menjadi awal Pekan Perayaan Indonesia (Indonesian Celebration Week) yang berlangsung selama tanggal 31 Oktober - 4 November 2013. Pekan Perayaan Indonesia menyajikan rangkaian pertunjukan gamelan Indonesia yang berasal dari seluruh Amerika dan juga disemarakkan oleh kelompok gamelan asal Padang Panjang dan Bali. Pekan Perayaan Indonesia ini juga diperkaya oleh rangkaian seminar etnomusikologi, gamelan, serta pertunjukan wayang kulit.

Indonesian Celebration Week diatur menjadi acara yang komprehensif karena diwarnai oleh berbagai seni kreatif dan pertunjukan budaya Indonesia mulai dari musik, tarian, teater, batik, dan film. Rangkaian acara Indonesian Celebration Week tersebut dilaksanakan di Sakler Gallery-Smithsonian, Washington DC.

Sebagai informasi, BNI memiliki sejarah panjang dalam mendukung pengembangan batik di Indonesia. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menjadikan batik sebagai budaya unggulan Indonesia yang diakui dunia, antara lain menggelar Sayembara Desain Seragam Batik untuk petugas frontliners BNI, di mana terkumpul 126 desain batik hasil karya karyawan BNI sendiri. Desain yang menjadi pemenang dalam sayembara ini akan menjadi seragam yang dipakai pegawai BNI pada setiap minggu genap pertama setiap bulannya.

Penggunaan batik sebagai pakaian kerja juga diwajibkan pada setiap tanggal 2 Oktober sebagai dukungan BNI pada program pemerintah yang telah menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Dukungan ini dianggap perlu dilakukan karena batik Indonesia telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.

Selain itu, BNI mendukung para mitra binaan yang bergelut dalam usaha pengembangan batik kreatif. Beberapa mitra binaan yang mendapatkan dukungan BNI adalah Olive Batik di Malang, Batik Tulis Madura di Pamekasan, Batik Tulis Lasem di Rembang-Jawa Tengah, Batik Natural Color di Yogyakarta, dan Batik Brotoseno di Semarang. BNI juga tengah mempersiapkan program pengembangan terpadu pada kawasan yang menghasilkan produk homogen, yaitu Kampoeng BNI Batik Pekalongan.

Pada tanggal 27 Februari 2012, BNI meluncurkan Kartu Kredit BNI Visa Platinum bermotif Batik Madura. Selain untuk memperluas pasar pengguna kartu kredit, langkah ini juga dilakukan untuk mendukung Indonesia Fashion Week 2012. Kemudian, pada Juli 2012, BNI juga menerbitkan Kartu Kredit Visa Infinite dengan motif batik Parang Barong, Yogyakarta. Hal serupa dilakukan pada tanggal 7 Desember 2012, di mana BNI menerbitkan tiga varian kartu debit bermotif Batik Cirebon. Bahkan, kartu ATM BNI Dollar menggunakan desain Batik Priangan, Jawa Barat. (EVA)

Leave a Reply

2 thoughts on “Cara BNI Dukung Batik Mendunia”

salut dengan bni. maju terus batik indonesia.
by baju batik, 29 Jan 2014, 08:36
kita memang harus melestarikan kebudayaan batik kita..
by baju batik kerja wanita, 25 Nov 2013, 13:19

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)