Cara Bukalapak Kelola Komunitas Pelapak

Di usia ke-8 tahun, Bukalapak telah mencatatkan kinerja positif. Situs yang didirikan oleh Achmad Zaky ini berhasil memiliki 2,2 juta pelapak dan 83 komunitas yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ia mengatakan, komunitas merupakan aset penting bagi perusahaan karena mereka merupakan penggerak perekonomian Indonesia. Sehingga keberadaan komunitas ini juga berkontribusi dalam perkembangan Bukalapak hingga sejauh ini.

“Perusahaan ini bukan sekadar e-commerce, namun memiliki misi agar pelaku UKM di Indonesia bisa tumbuh besar dan maju bersama Bukalapak. Kami fokus pada long-term dengan membangun engagement bersama komunitas pelapak, tak hanya menggarap promo dan marketing saja,” ujar CEO Bukalapak itu.

Salah satu bentuk upaya yang dilakukan oleh Bukalapak untuk tumbuh bersama yakni memberdayakan komunitas di daerah dengan mengedukasi para pelapak. Komunitas Bukalapak saat ini tersebar diseluruh Indonesia yang dibentuk dari inisiatif para pelapak itu sendiri.

Mega Tri Agustina, Community Manager Bukalapak, menyebutkan, komunitas Bukalapak didirikan sejak tahun 2013 kemudian 2016 mulai berkembang hingga ke 30 kota di Indonesia melalui sebuah roadshow.

Saat ini sudah ada 83 komunitas dengan jumlah 2.500 anggota. Untuk mengelolanya terbagi tiga regional yaitu Indonesia bagian barat, tengah dan timur. Setiap bagian wilayah dipegang oleh satu tim yang berisikan sekitar dua orang. Sementara di setiap komunitas di pimpin oleh Ranger Komunitas yang tugasnya mengedukasi pelaku UKM yang masih melakuan jual beli secara offline untuk diajak berjualan online.

Setiap bulannya, komunitas ini akan melakukan kopdar (kopi darat) yang dipimpin oleh seorang Pelapak Jawara dan Ranger yang jumlahnya bisa dua sampai tiga orang pelapak terbaik di daerah tersebut. Tujuannya untuk saling tukar informasi yang diharapkan bisa meningkatkan penjualan bisnis mereka.

Contohnya, kopdar Komunitas Bukalapak Pontianak yang menghadirkan narasumber dari JNE berbagi tips mengenai pengemasan barang. Selain itu juga hadir salah satu Pelapak Jawara & Ranger Komunitas Banten yang melakukan bedah lapak seperti tips dan trik dalam penulisan judul produk, bagaimana foto produk yang baik, dan sebagainya. Sehingga agenda kopdar kali ini sarat dengan praktik langsung oleh para peserta yang hadir.

“Hampir setiap bulan mereka melakukan kopdar dengan biaya sendiri atau mencari sponsor sendiri. Dengan sukarela mereka mengelola komunitas ini,” lanjut Mega.

Untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para pelapak, biasanya tim dari Bukalapak ikut hadir saat Kopdar diselenggarakan. “Setiap komunitas memiliki grup di Whatsapp dan kami juga bergabung di grup tersebut, ini bisa memudahkan kami berkomunikasi langsung dengan mereka, kami ingin memposisikan diri sebagai teman terdekat mereka,” jelasnya.

Setiap bulannya, komunitas Bukalapak selalu ada pemekaran kota dan bertambah anggotanya. Untuk membentuk komunitas baru, minimal ada lima orang yang bergabung, syaratnya mereka memiliki akun/lapak di Bukalapak. Harapannya, komunitas ini bisa bertambah anggotanya setiap tahun 10%-20%.

Untuk memudahkan para pelapak mendapatkan ilmu baru, Bukalapak juga membuat seminar online yang bisa ditonton oleh masyarakat di seluruh Indonesia. “Biasanya Seminar Online ini diisi internal kami, mitra hingga pelapak,” ujar Mega

Selain itu ada juga program Kelas Ngelapak untuk masyarakat umum yang ingin mengetahui kiat-kiat berjualan online di Bukalapak. Kelas Ngelapak ini diadakan di kantor Bukalapak di kawasan Kemang, Jakarta selatan dengan kapasitas 30 orang. Pengajarnya biasanya dari para Pelapak Jawara Bukalapak. Program ini merupakan komitmen Bukalapak untuk secara berkesinambungan memberikan pelatihan kepada para UKM di Indonesia, khususnya yang masih pemula, agar bisnis mereka berkembang dan harapannya dapat meraih omset secara maksimal.

“Di Komunitas Bukalapak, kami percaya dengan konsep gotong royong dan kolaborasi. Sukses sendirian itu biasa, sukses bersama-sama itu baru luar biasa! Rasa kebersamaan dan persaudaraan dalam berkomunitas ini menjadi penting agar setiap orang berkesempatan menjadi pahlawan bangsa,” ujarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)