Cara First Travel Memikat Jamaah Umroh

Tingginya minat masyarkat untuk melakukan ibadah umroh terus mengalami peningkat. Wajar bila biro perjalanan umroh kian banyak bermunculan yang menawarkan ibadah umroh dan membuat persaingan semakin ketat.

Berbagai strategi dilakukan, ada yang menerapkan multi level marketing, membuka cabang di mal-mal dan lain-lain, akhirnya perang harga pun tidak bisa dihindari.

First Travel misalnya, biro perjalanan yang sering memberikan harga promo kian diminati para calon jamaah. Perusahaan travel yang dirintis suami istri (Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan) sejak 2009, tahun ini memberangkatkan 50 ribu orang jamaah umroh dari seluruh Indonesia.

first-travel1

"Tahun depan tentunya akan lebih banyak atau minimal sama dengan tahun ini jamaah umroh yang akan diberangkatkan First Travel," kata Andika Surachman, Direktur Utama PT First Travel Anugerah Karya Wisata (First Travel).

Meningkatkan animo konsumen First Travel untuk umroh bersama First Traveln tidak terlepas dari keberani First Travel melakukan inovasi dan terobosan yang tidak dilakukan biro perjalanan lain.

Salah satunya, tahun ini, untuk ketiga kalinya First Travel menggelar kegiatan Manasik dan Dzikir Akbar. Strategi branding seperti ini, sebelumnya dilaksanakan di Glora Bung Karno di Senayan Jakarta (2014) dan di Masjid Istiqlal (2015).

Menurut Andika kegiatan rutin ini menjadi budaya dan akan terus dipertahankan, dijaga serta dilestarikan. Sesuai temanya, acara tersebut sebagai ajang silahturahmi akbar, mengikat tali persaudaraan dan berkomunikasi langsung dengan jamaah First Travel periode keberangkatan Desember 2016-Mei 2017.

Interaksi yang intens berguna bagi jamaah untuk saling membantu selama ibadah umroh hingga kembali ke Tanah air. Jamaah akan mendapat panduan manasik sebagai sarana pembekalan agar bisa beribadah dengan baik di Tanah Suci.

Mengingat harga masih menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Melihat potensinya besar First Travel banyak menawarkan paket promo (sekitar Rp 15 juta), paket reguler (Rp 25 juta- 35 juta) dan paket VIP (Rp 54 juta). "Dari jamaah yang berangkat 50% (paket promo), paket reguler/standar (35%) dan VIP (sisanya)," kata Andika.

Dalam menghadapi persaingan menurut Andika First Travel tidak akan jor-joran, misalnya untuk menambah jumlah cabang tidak harus di mall atau agresif ke daerah-daerah. Untuk pembukaan cabang akan dilakukan bila memang diperlukan untuk kebutuhan administrasi. "Kami punya cara tersendiri untuk menekan cost," katanya.

Namun agar terus eksis dan berkembang First Travel berusaha meningkatkan kualitas layanan dan komunikasi yang lebih baik, sehingga tetap menjadi pilihan konsumen yang ingin melakukan ibadah umroh dan fokus membidik segmen keluarga.

"Saya berjanji akan terus untuk mempertahankan dan lebih meningkatkan layanan paket umrah promo travel kami, untuk memberikan kesempatan seluasnya bagi umat yang berpenghasilan minim atau di bawah rata-rata yang berniat ingin menunaikan ibadah umrah dengan harga yang terjangkau," kata Andika.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)