Cara Frisian Flag Tingkatkan Kualitas Susu

Frisian Flag Indonesia (FFI) meluncurkan Milk Collection Point (MCP) di Los Cimaung Pangalengan dengan Sistem Otomatisasi Digital Pertama di Indonesia. Ini adalah upaya perseroan meningkatkan kualitas susu segar melalui upaya untuk meminimalisasi Total Plate Count (TPC).

Proyek ini merupakan sebuah inisiatif yang diluncurkan di bawah naungan FDOV Project Indonesia. FDOV Project Indonesia adalah sebuah kerja sama yang masih berjalan antara FFI/Royal Friesland Campina, KPBS (Koperasi Peternakan Bandung Selatan) Pangalengan, KPSBU (Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara) Lembang, The Friesian, DLO/WUR, Agriterra dan Pemerintah Belanda.

Sebagai anak usaha FrieslandCampina, koperasi peternak sapi perah terbesar di dunia, FFI memegang komitmen jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah lokal melalui peningkatan kualitas dan kuantitas susu segar melalui Dairy Development Program (DDP) yang didukung Kedutaan Belanda dan Kementerian Pertanian RI.

Aspek kualitas susu segar seperti TPC memegang peranan penting dalam bidang operasional MCP. Semakin rendah jumlah TPC maka semakin baik kualitas susu yang diproduksi. Jumlah petani yang turut serta dalam program MCP adalah 189 peternak yang kemudian terbagi menjadi enam kelompok.

President Director Frisian Flag Indonesia, Marco Spits President Director Frisian Flag Indonesia, Marco Spits

President Director Frisian Flag Indonesia, Marco Spits mengatakan, DDP kali ini fokus pada peningkatan infrastruktur MCP melalui berbagai aspek. Salah satunya adalah dengan memperkenalkan penggunaan MCP untuk produksi susu segar yang dilengkapi dengan tangki pendingin, sistem komputerisasi, dan jaminan kebersihan serta fasilitas lengkap bagi para peternak.

“Kenaikan kualitas susu segar diikuti kenaikan harga hingga 10%. Ini salah satu upaya riil dalam peningkatan kesejahteraan para peternak sapi perah,” kata dia dalam rilisnya.

Pada kunjungan pertama FFI ke MCP di Los Cimaung Pangalengan awal tahun ini, hanya 3% dari jumlah keseluruhan peternak yang ada mengikuti Prosedur Standard Operasional (SOP). Melalui inisiatif MCP ini, FFI membina dan melatih para peternak susu, seperti penyediaan alat foremilk, filter, handuk, kaleng susu dan keranjang.

Setelah kunjungan ke-4, persentase peternak susu yang mengikuti SOP melonjak hingga lebih dari 95%. Ini mencerminkan para peternak sudah mengadaptasi cara yang lebih bersih dan efisien dalam memproduksi susu.

Harapannya, jumlah TPC dari susu segar yang dihasilkan mampu turun secara signifikan hingga ±90% dan secara otomatis menaikkan harga jual produk di pasaran.

Penurunan angka TPC dan peningkatan kualitas susu senantiasa dipantau dan diharapkan menjadi konsisten secara bertahap untuk mendapatkan hasil akhir yang lebih baik dan berkualitas.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)