Cara Karir.com Bantu Perusahaan

Dunia usaha akan penuh sesak dengan generasi Z, generasi muda yang lahir setelah tahun 1995, penerus generasi Y yang lahir dari tahun 1981-1995. Mereka memiliki beberapa karakteristik unik. Keduanya akrab dengan dunia internet. Namun, Gen Z lebih melek teknologi dan punya kesadaran privasi yang lebih tinggi.

Mereka juga lebih matang, aktif kerja sosial, peduli terhadap lingkungan, tumbuh dalam akulturasi ras dan gender, lebih ingin menciptakan ketimbang berbagi, lebih percaya diri, berorientasi pada kesuksesan dan kebenaran kelompok.

Perusahaan mesti jeli mencari Gen Z terbaik di tengah banyaknya jumlah pencari kerja. Dengan 1,3 juta qualified resume dalam database-nya, diantaranya 10 ribu kandidat Gen Z, Karir.com siap membantu para perusahaan mencari talenta terbaik.

Caranya, dengan program Management Trainee (MT) Academy yang digelar dua kali dengan total 200 kandidat setiap tahunnya. Program ini berfokus pada development, communication, business motivation, analytical dan entrepreneurial skill Gen Z.

Kandidat harus melalui berbagai persayaratan, seperti IPK di atas 3,25 dari universitas terkemuka, mengikuti online assessment EFSET (Standard English Test) dan Aptitude, mengikuti wawancara dan Focus Group Discussion, serta terakhir mengikuti case study test (untuk bidang Marketing, Sales dan Finance).

“Program ini menjaring talenta terbaik, lulusan universitas terkemuka dalam dan luar negeri, yang memenuhi kriteria masuk dalam program Management Trainee di perusahaan terbaik di Indonesia,” kata CEO Karir.com, Dino Martin dalam rilisnya.

CEO Karir.com, Dino Martin CEO Karir.com, Dino Martin

Di tahun pertama, MT Academy akan fokus ke sekolah bisnis untuk menjaring talenta terbaik di bidang sales, marketing dan finance. Selanjutnya, MT Academu fokus menjaring talenta di bidang teknik dan psikologi. Saat ini, Karir.com telah menjaring sejumlah kampus ternama, seperti ITB, IPB, UI, dan Melbourne University, dan sebagainya.

“Universitas Negeri terbaik menyambut baik program ini, seperti SBM ITB dan UGM. Beberapa perusahaan yang telah berkomitmen antara lain dari industri perbankan, asuransi, FMCG dan otomotif,” kata Rosy Mentang, Business Development Director Karir.com.

Perubahan karakteristik dari generasi ke generasi, sejak Generasi Baby Boomers dan Generasi X, menuntut perubahan peran Departemen HR. Dari hanya menangani gaji dan benefit, HRD berubah menjadi Strategic HR dan Talent Management yang mengurusi manajemen kompetensi, performance, dan rencana suksesi.

Menghadapi talenta periode 1946-1964 (Baby Boomers), HRD hanya berfokus pada Business Function, kemudian berubah menjadi Business Partner dalam menghadapi Gen X (1965-1980), dan kini berfokus pada Business Integration dalam menghadapi Gen Y (1981-1995), tentunya dituntut bertransformasi juga saat nanti menghadapi Gen Z yang lebih matang dan kritis.

“Program ini adalah metode yang paling efisien, menghemat waktu, daya, dan biaya. karena perusahaan dapat meringkas proses rekruitmen, seperti seleksi dari kampus ke kampus untuk merekrut Gen Z terbaik,” ujar Rosy.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)