Cara Telkom Pacu Perekonomian Melalui Jalur Akademis

Indonesia berada di kawasan paling dinamis dalam pengembangan riset-riset akademis dan industri. Tapi, baik penyerapan maupun publikasi ilmiah justru sangat rendah. Padahal, karya-karya akademis dalam bentuk paper ilmiah tidak hanya menjadi ”bahan baku” bagi inovasi industri, investasi di bidang-bidang riset juga memiliki korelasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Berangkat dari kondisi tersebut, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk menantang akademisi untuk beradu publikasi ilmiah.

Perusahaan telekomunikasi terbesar ini menggelar Q-Journal Paper Awards bagi akademisi baik dosen perguruan tinggi, mahasiswa, maupun peneliti non perguruan tinggi--untuk menuliskan paper dalam beberapa bidang yang telah ditentukan sebelumnya. Bidang-bidang itu adalah ”Politik, Pemilu dan Pencegahan Korupsi”, ” Teknologi, Komunikasi, Informasi dan Inovasi”, ”Kesehatan dan Jamkesmas”, ”Transportasi dan Budaya Pelopor Keselamatan Berlalulintas”, serta ”Pariwisata dan Ekonomi”.

1

Tantangan terbesar bagi akademisi di Tanah Air adalah meningkatkan kualitas jurnal nasional agar diakui oleh lembaga internasional. Achmad Sugiarto, Executive General Manager Divisi Solution Convergence Telkom, mengatakan, kompetisi Q-Journal Paper Awards menjadi salah satu upaya untuk mencapai target 1.000 jurnal dan riset akademis di Q-Journal. Q-Journal yang dikembangkan sejak Maret 2013 silam difungsikan sebagai motor penggerak kalangan akademis untuk mendapatkan sekaligus mengunggah hasil riset dan wacana akademis Indonesia ke ranah global. ”Kami ingin menggairahkan keinginan orang untuk menulis,” ujar Anto, nama sapaannya.

Dengan fungsi Global Discovery Service, lanjut Anto, Q-Journal menjadi media untuk menyebarluaskan materi akademis berskala internasional ke berbagai universitas dengan biaya terjangkau. Sebaliknya, fungsi Global Publishing Service memungkinkan materi akademis dari lembaga riset dan pendidikan di tanah air di akses ke ranah internasional.

”Kami berharap terjadi peningkatan berarti pada tingkat sitiran (citation rate) dari paper-paper Indonesia, yang secara otomatis akan meningkatkan impact factor jurnal, reputasi akademis penulis, serta perguruan tinggi atau lembaga penelitiannya,” paparnya.

Anto menjelaskan, paper yang diunggah dapat berupa artikel lama (selama sesuai tema) ataupun benar-benar baru. Syaratnya adalah mengunggah paper atau artikel di situs Q-Journal (www.qjournal.co.id) sebelum 10 April 2014, karena pemenang akan diumumkan pada 2 Mei 2014. Ajang Q-Journal Paper Awards sendiri dimulai pada 1 Februari 2014.

Penentuan pemenang didasarkan pada dewan juri yang terdiri atas Ashwin Sasongko dari LIPI, Yundini H. Erwin dari PTIK Mabes Polri, Ketua ICPI Azril Azahari, dan beberapa lainnya. Akan ada 5 pemenang paper terbaik yang mendapatkan hadiah sebesar Rp 7,5 juta. Sementara itu, ada pula kategori paper terfavorit yang paling banyak diunduh untuk setiap peserta (dosen/peneliti, umum, dan mahasiswa) yang masing-masing mendapatkan hadiah sebesar Rp 4 juta.

Selain Q-Journal, perusahaan plat merah ini sangat aktif berpartisipasi untuk Pendidikan Indonesia. Mulai penerimaan siswa baru secara online SIAP Online, aplikasi buku dan perpustakaan digital Qbaca, tayangan TVEdukasi via aplikasi TV digital ‘UseeTV’, serta program IndiSchool berupa layanan internet gratis untuk 100.000 sekolah di Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)