Cara Toyota Motor Meningkatkan Daya Saing

Persaingan di pasar otomotif sangat ketat sehingga memaksa para pabrikan otomotif harus memutar otaknya guna strategi yang apik untuk meningkatkan daya saingnya sehingga bisa mengungguli kompetitornya. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), perusahaan yang sahamnya dipegang Toyota Motor Company, Jepang dan PT Astra International Tbk. (ASII), pun memasang kuda-kuda agar posisi jawara tidak lepas dari genggamannya dengan mempratekkan cara-cara yang bisa meningkatkan kualitas produk dan daya saing SDM-nya.

Warih Andang Tjahjono, Wakil Presdir TMMIN, menyebutkan saat ini kompetisi di industri otomotif itu sangat ketat. Imbasnya, Warih harus menyediakan mobil-mobil yang sesuai kebutuhan pasar dan sesuai ekspektasi konsumen .

Toyota

Suhari Sargo, pengamat otomotif, mengatakan pabrikan otomotif harus meningkatkan daya saingnya produknya untuk bersaing di pasar domestik dan regional. “Berbagai kendala berpengaruh terhadap daya saing produk otomotif kita, misalnya biaya logistik yang masih tinggi, pajak dan faktor lainnya yang menyebabkan biaya produksi bertambah tinggi,” katanya saat dihubungi, Rabu (7/1/2015).

Suhari memprediksi total penjualan mobil pada tahun ini agak stagnan. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi penjualan mobil pada 2015 akan relatif sama dengan target penjualan di 2014sebanyak 1,2 juta unit. Faktor kenaikan harga BBM, inflasi, nilai tukar rupiah, serta suku bunga Bank Indonesia yang tinggi menjadi faktor yang mempengaruhi penjualan otomotif. Saat ini, BI Rate sebesar 7,75% dan kredit kendaraan bermotor terikat dengan kebijakan loan to value .

Warih mengatakan, pihaknya memprediksi kenaikan BBM bisa mempengaruhi psikologis dan daya beli masyarakat, sehingga konsumen menahan diri untuk membeli mobil. Imbasnya, penjualan mobil di tahun ini berpotensi melambat dibandingkan periode sebelumnya.Kendati demikian, Warih tidak mudah patah arang. Sebaliknya, ia optimistis dan menyakini tantangan di tahun ini akan bisa dilaluinya.

Dia berpendapat, kelas menengah di Indonesia terus berkembang dan pendapatan per kapita terus naik. “Di tahun 2010, pendapatan per orang sudah melewati US$ 3.000 per kapita. Artinya Indonesia sudah mengarah ke era industrialisasi dan Indonesia punya jumlah penduduk 250 juta. Kalau penduduk kelas menengah ini terus berkembang, itu oportunity bisnisnya akan sangat tinggi untuk semua pelaku industri,” jelasnya.

Hal ini juga menjadi perhatian TMMIN untuk tetap menjadi kampiun dipasar otomotif Indonesia. Caranya menyediakan mobil-mobil yang diinginkan konsumen dan kualitasnya nomor wahid. “Jadi, kami harus berkompetisi untuk memenuhi kebutuhan kelas menengah. Kalau kami tidak siap, maka pasar akan dibanjiri oleh produk luar, apalagi nanti ada Masyarakat Ekonomi ASEAN,” ungkapnya.

Respon yang cepat untuk memenuhi ekspetasi konsumen senantiasa dipenuhi oleh TMMIN guna menangkap peluang baru di tahun 2015.Warih bertekad pihaknya bisa cepat beradaptasi dan fleksibel mempersiapkan diri jika suatu waktu permintaan pasar melonjak, sehingga TMMIN harus siap meningkatkan produksinya dua kali lipat guna memenuhinya. “Jadi kami berusaha untuk meningkatkan sumber daya manusia, terutama dalam merespon market kami dengan lebih cepat dan fleksibel,” terangnya.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar, Warih berharap investasi TMMIN yang sudah direalisasikan bisa dioptimalkan pada tahun ini atau 2016. TMMIN menyuntikan modal pada 2011untuk membangun pabrik baru agar bisa meningkatkan kapasitas produksinya. Pabrik itu adalah pabrik ke-2 Toyota yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.

Dengan demikian, jumlah pabrik Toyota berjumlah tiga unit, yakni Pabrik Sunter Plant 1 dan Sunter Plant 2 di Jakarta Utara serta Karawang. Sunter Plant I memproduksi mesin dan Sunter Plant 2 menghasilan komponen, seperti casting parts. Sedangkan, Kapasitas produksi TMMIN bisa mencapai 250 ribu unit per tahun dari sebelumnya 110 ribu unit per tahun.

Adapun, alasan TMMIN menambah investasi adalah sebagai langkah strategis untuk memperkuat pasar domestik dan ekspor. Pabrik Toyota di Indonesia menjadi basis produksi untuk dipasarkan di dalam negeri dan global. Pabrik Toyota dibawah naungan TMMIN memproduksi Innova, Fortuner, Avanza dan Agya (Low Cost and Green Car). “Komitmen investasi Toyota di 2012 itu senilai Rp 13 triliun. Investasi ini untuk menambah volume produksi, membuka pabrik baru di Karawang, dan juga ekspansi di plant 2 untuk memproduksi produk-produk baru seperti Vios dan Yaris,” ia membeberkan.

Penambahan investasi tesebut setidaknya upaya TMMIN untuk mempersiapkan diri menghadapi era MEA. Menurut Warih, pihaknya juga mempersiapkan SDM-nya agar siap bersaing di Asia Tenggara. “Kami akan membuat development facility agar SDM memiliki kapabilitas dan daya saing yang tinggi untuk menngeloa barang serta mempersiapkan SDM yang melek teknologi untuk mengantisipasi sistem kerja digital yang otomatik. Jadi menyiapkan mereka adalah wajib agar bisa bersaing,” ia menegaskan. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)