Cari Investor, Indonesia Datangi Bauma 2013

Beberapa tahun terakhir ini, ekonomi Indonesia sedang terus tumbuh. Seiring dengan itu, negara ini pun menggenjot pembangunan infrastruktur. Akan tetapi, Indonesia tidak bisa membangun sendirian. Butuh peran serta dari pihak lain, yakni dunia internasional, baik dalam hal permodalan maupun hal teknis, seperti teknologi.

Keberadaan Bauma, yakni pameran dagang internasional di bidang konstruksi, dimanfaatkan Indonesia untuk mencari peran serta dari dunia internasional tersebut. Bauma rencananya diadakan di Munich, Jerman, pada tanggal 15-21 April mendatang.

Konferensi pers pameran dagang di bidang konstruksi, Bauma 2013, di Jakarta, Rabu (13/2/2013)

“Kenapa Indonesia butuh acara ini, (karena) kita ketahui Indonesia sedang dalam masa giat-giatnya membangun," ujar Hediyanto W Husaini, Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, dalam konferensi pers Bauma 2013, di Jakarta, Rabu (13/2/2013).

Diterangkan dia, perekonomian Indonesia tumbuh dengan cukup baik belakangan ini. Ekonomi bisa tumbuh di kisaran angka 6 persen. Pertumbuhan tersebut pun diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan pembangunan infrastruktur yang sedang gencar dilakukan pemerintah dan pelaku usaha. “PDB (produk domestik bruto) Indonesia, 10 persen dari sektor atau subsektor konstruksi, 12 persen dari pertambangan. Jadi, cukup besar, dan kedua subsektor ini akan menjadi pendukung pertumbuhan Indonesia,” lanjutnya.

Belum lagi, pemerintah juga berusaha meningkatkan ekspor agar tidak lagi berupa bahan baku, seperti ekspor barang tambang. Ekspor kini diupayakan harus berupa produk yang bernilai tambah. Karena semua ini, industri dalam negeri pun membutuhkan banyak peralatan atau mesin, bahan-bahan material, hingga permodalan.

Segala kebutuhan yang diperlukan Indonesia rencananya akan berusaha dicari dari pameran dagang internasional, Bauma. Ini adalah pameran dagang untuk mesin konstruksi, mesin material bangunan, mesin pertambangan, kendaraan dan peralatan konstruksi. Maklum saja, pengalaman tahun 2010, yang merupakan penyelenggaraan Bauma di Jerman terakhir kali, ada sekitar 3.200 peserta pameran dari 53 negara dan lebih dari 420.000 pengunjung dari sekitar 300 negara. Melihat peserta pameran yang begitu banyak tentu menjadi kesempatan yang menarik bagi Indonesia untuk mencari apa yang dibutuhkan. "Oleh sebab itu, Indonesia sangat menyambut acara Bauma 2013 di Jerman ini," imbuh Hediyanto.

Dikatakan dia, misi Indonesia di acara ini adalah untuk mempromosikan kepada masyarakat internasional bahwa Indonesia saat ini sedang membangun. Indonesia pun akan dikenalkan sebagai negara tujuan investasi yang menarik dan prospektif. “Kita juga akan menggalang supaya investasi di bidang infrastruktur ini semakin maju," tambahnya.

Ikmal Lukman, Direktur Promosi Sektoral Badan Koordinasi Penanaman Modal, mengharapkan, banyak investasi yang bakal datang dari Jerman ke Indonesia. Karena Jerman sendiri pernah mengalami masa puncak investasi di Indonesia. Itu terjadi pada tahun 2008 dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp 2 triliun. “Jadi, kita berharap dengan adanya kegiatan pameran seperti ini, promosi Indonesia lebih intens dari Jerman. Kita berharap tahun mendatang, atau tahun depan, investasi datang ke Indonesia bisa lebih dari Rp 2 triliun itu,” tegasnya.

“Bauma adalah acara terbesar di dunia," tandas Wolf-Dietrich Mueller, Chief Representative dan Senior Executive Officer Messe Muenchen GmbH. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)