CEC Gelombang IV Cetak Delapan Sosiopreneur

Press BriefingDelapan sosiopreneur terpilih sebagai pemenang dalam kompetisi Community Entrepreneur Challenges Gelombang IV yang diadakan oleh The Arthur Guinness Fund (AGF) dan British Council (BC). Ajang yang diawali bulan September tahun lalu ini berhasil menjaring 181 sosiopreneur.

Untuk diketahui The Arthur Guinness FundTM merupakan kelanjutan dari pemikiran filantropi Arthur Guinness. “Pemberian bantuan dana ini bertujuan untuk meneruskan warisan Arthur Guinness dengan mendukung para wirausahawan sosial di seluruh dunia melalui kerja sama dengan berbagai organisasi,” terang John Galvin, perwakilan dari The Arthur Guinness Fund TM.

Di Indonesia sendiri AGF telah lama bekerja sama dengan British Council. Kerjasama yang telah terjalin cukup lama ini bisa dilihat dari sudah ada 17 sosiopreneur Indoneisa yang memberikan dampak positif kepada sekitar 24 ribu orang.

Sedangkan untuk ajang kompetisi tahunan Community Entrepreneur Challenges yang telah dilakukan sejak 2010 memberikan dampak yang cukup besar bagi para sosiopreneur yang telah mengikuti ajang ini. Ajang kompetisi ini telah menjangkau 1.200 komunitas dari 20 provinsi di seluruh Indonesia. Dana sebesar Rp 1,6 miliar telah digelontorkan selama empat tahun ini memberi dampak pada sekitar 24 ribu orang.

“Tahun ini kami meningkatkan komitmen yang telah ada selama ini, kami terus mendukung kewiraushaan sosial khusunya yang dipimpin oleh perempuan dan berbagai komunitas di Indonesia bagian timur,” ujar Galvin.

Delapan sosipreneur telah terpilih dalam ajang kompetisi tahunan ini. Salah satu pemenang kompetisi tahun ini adalah Fifiyati dari Pontianak, Kalimantan Barat. Wanita ini berkontibusi secara aktif untuk membentuk sebuah kewirausahaan sosial yang bertujuan untuk merevitalisasi dan memulihkan eksistensi kain tenun yang awalnya dibuat oleh perempuan Dayak Iban.

Para pemenang ajang Community Entrepreneur Challenges Gelombang IV ini akan menerima dukungan dana, pelatihan, bimbingan, dan dukungan untuk mempromosikan pekerjaan sosial mereka. Dana tambahan tersebut akan memmngkinkan komunitas untuk dapat menjangkau lebih banyak penduduk, memberikan manfaat sosial yang maksimal dan inovasi.

“Usaha sosial berbasis komunitas ini diharapkan dapat mengatasi masalah sosial dan lingkungan, meningkatkan kehidupan masyarakat, mempererat komunitas serta berkontribusi terhadap dampak sosial, lingkungan dan ekonomi yang positif di tingkat masyarakat,” tutup Sally Goggin, Country Director British Council Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)