Cerita Menarik dari Reposisi Antv

PT Cakrawala Andalas televisi (Antv) pernah berjaya dengan tayangan sepakbola Indonesia. Kini, mereka melakukan reposisi dan beralih fokus ke penonton wanita. Strategi mereka menayangkan serial drama luar negeri meledak. Audience share Antv pun melejit dan menyalip para pesaingnya.

Direktur Operasional Antv, Otis Hahijary menuturkan, setiap program memiliki siklusnya sendiri-sendiri. Layaknya fesyen, ada waktunya booming dan di lain waktu merosot. Berkat reposisi, mereka sukses bertengger di peringkat kedua di bawah RCTI hingga akhir 2016 lalu. Ini jelas capaian yang luar biasa mengingat selama 18 tahun sebelumnya mereka terpuruk di posisi buncit.

"Sebelum 2013, Antv staganan. Setelah reposisi, sharenya naik dari 6,7% hingga ke posisi kedua. Kami fokus on female karena peluangnya besar. Kemudian, kami membuat prime bagi target audiensnya masing-masing. Anak-anak punya prime time sendiri, remaja, dan ibu-ibunya juga. Sebelumnya, kami terus di posisi buncit karena tidak punya strategi," katanya.

Otis Hahijary, Managing Director ANTV (Foto: tabloidbintang.com).

Menurut dia, sebuah stasiun TV harus memiliki identitas. Untuk itulah, mereka bergerilya untuk menciptakan pasarnya sendiri. Tidak hanya ikut-ikutan menayangkan sinetron. Kebijakan membeli lisensi serial asing berawal dari sukses Antv menayangkan serial Mahabarata yang sebelumnya juga meledak saat ditayangkan di TVRI dan TPI (sekarang MNC TV). Serial ini juga dekat dengan budaya Indonesia.

"Setelah booming luar biasa, kami datangkan serial Turki. Meledak juga. Jadi, kami selalu menciptakan tren baru. Setelah itu, kami melakukan remake series, seperti Tuyul dan Mba Yul Reborn, Jin dan Jun Reborn. Serial dulu yang pernah sukses kami buat trennya lagi," kata dia.

Dia menjelaskan, mereka yang bisa selalu berpikir kreatif akan selalu menang di bisnis layar kaca. Selain itu, manajemen juga harus jeli membaca daa yang dirilis AC Nielsen. Kekuatan data statistik ini akan melengkapi kreativitas para pekerja di industri layar kaca, sehingga mampu menghasilkan tayangan yang diterima pasar. Kerja keras menghasilkan program terbaik akan terbayar dengan hasil yang bagus.

"Kami tidak akan berhenti bermimpi. Tapi, mimpi saja tidak cukup. Itu bagian dari keseharian kami di sini. Kini, kami sedang menyiapkan TV One reposisi. Pekerjaan menjadi bertambah banyak. Kami yakin bisa. Caranya, buat itu sebagai tantangan dan bukan hambatan. Pasti semua ada jalannya," papar dia.

Otis menambahkan, manajemen menargetkan Antv menyalip RCTI dan duduk di peringkat pertama. Sementara, TV One diharapkan mampu menembus lima besar. Saat ini sudah, mereka sudah ada di posisi pertama di TV News, tai di peringkat 9 di TV nasional. Namun, dia masih merahasiakan strategi yang akan diusung TV One. Kuncinya, lanjut dia, adalah saling melengkapi dengan Antv.

"Tidak akan saling kanibal. Kalau datang ke klien pengiklan, kami akan tawarkan dua tv dan ini akan menjadi solusi beriklan yang sangat baik. Juga untuk pemirsa di rumah, program-programnya akan saling melengkapi," kata dia. (Reportase: Arie Liliyah)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)