Chateraise Gandeng Gobel Group Buka Toko Pertama di Indonesia

Takako Saito, Direktur Eksekutif Chateraise Holding (Kiri), Hiroshi Saito, President Chateraise Holding (tengah), Rahmat Gobel, Presiden Direktur PT Chateraise Gobel Indonesia (kanan)

Chateraise perusahaan kue dan pastry asal Jepang, membuka toko pertamanya di kawasan Senayan, Jakarta (24/11/2017) . Toko ini merupakan yang pertama di Indonesia, setelah sebelumnya perusahaan meresmikan gerainya di Singapura pada tahun 2015. Chateraise telah memproduksi 50 jenis item kue dan pastry, seperti cake, gift, kue sus, legendary fresh cream shortcake, baked kue, kue kering, dan kue Jepang.

Hiroshi Saito, President Chateraise Holding, menjelaskan, Indonesia memiliki penduduk 2 kali lipat lebih besar dari Jepang. Sehingga, Indonesia memiliki prospek yang besar dalam pengembangan industri pastry dan cake. “Kami optimis dengan perkembangan toko ini di Indonesia. Produk yang kami jual saat ini hanya sepersepuluh dari seluruh produk Chateraise. Ke depan, kami akan meluncurkan berbagai macam produk untuk dipasarkan di Indonesia,” kata dia.

Perusahaan ini tercatat telah memiliki 538 gerai di dalam dan luar Jepang, dengan total 1.700  karyawan. Agresivitas dalam perluasan pasar luar negeri yang ditunjukan Chateraise terbilang tinggi, hal ini dibuktikan dengan hadirnya 47 outlet di kawasan Asia seperti, Singapura, Taiwan, Hongkong, Malaysia, Korea, dan UEA selama 2 tahun belakangan. Di bawah payung Gobel Group, perusahaan berencana akan membuka 2-3 toko lagi di Indonesia pada tahun depan.

Sementara itu, pihaknya mengklaim, perusahaan saat ini menerapkan sistem integrasi dari hulu ke hilir, di mana dari proses produksi bahan baku, hingga distribusi menggunakan pakem yang dianut perusahaan. “Kami memiliki konsep farm manufacturing yang bekerjasama dengan produsen di seluruh Jepang, yang meliputi petani dan peternak. Kami memiliki aturan sendiri untuk menjaga kualitas dalam proses produksi bahan baku dan itu harus diikuti oleh seluruh mitra. Sehingga dapat menghasilkan produk yang standarnya lebih tinggi, dari standar yang ditetapkan pemerintah Jepang,” Hiroshi Saito menambahkan.

Sampai saat ini, proses pembuatan kue dan pemanfaatan bahan baku masih terpusat di Jepang. Namun, pihaknya menegaskan, perusahaan akan membina para petani lokal, khususnya petani strawberry untuk dijadikan mitra. Lebih lanjut, dia bilang, saat ini perusahaan masih melakukan pencarian dan penjajakan lahan mana yang akan digarap. “Tahun depan kami akan mulai mengambil bibit dari Jepang, sekaligus mengundang para petani untuk melakukan transfer ilmu dengan kelompok tani kita,” kata Direktur Chateraise Indonesia, Michael Kanter.

Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan perusahaan akan menggunakan dan mengembangkan bahan baku potensial lokal lainnya seperti kopi dan coklat yang terkenal memiliki kualitas yang baik. “Saat  kami juga tengah menjajaki kemungkinan pemanfaatan kopi dan coklat lokal. Namun, prosesnya sedikit lebih panjang karena kami berorientasi pada kualitas kue. Hal ini penting karena ini juga merupakan startegi kami dalam menguasai pasar pastry dan cake Indonesia,” tutur Michael.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)