Chatib Basri: Insentif Fiskal untuk Dorong Inovasi

IMG_7800-1

The Economist mengadakan Indonesia Summit yang mempertemukan 160 orang tokoh dari berbagai bidang baik politik, pembuat kebijakan, akademisi maupun senior eksekutif pelaku bisnis. Menteri Keuangan Chatib Basri termasuk yang hadir dalam kegiatan tersebut. Chatib Basri membagi pandangannya dalam diskusi membahas bagaimana Indonesia mamanfaatkan potensi dan menghadapi tantangan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Meskipun terjadi perlambatan ekonomi belakangan ini, Chatib optimis. Menurutnya, tekanan terhadap ekonomi saat ini dikarenakan oleh permasalahan jangka pendek. Lebih lanjut ia menyebutkan,Ā  seluruh pasar negara emerging market mengalami penurunun. Selain itu, ia menyebutkan pula bahwa kondisi yang normal adalah kondisi tanpa kebijakan quantitative easing dari US Federal Reserve.

Terkait padangan ekonomi atas Indonesia dan kontroversi terkait peraturan di pertambangan, Chatib menyebutkan bahwa negara tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam. Menurutnya, tren pemanfaatan sumber daya alam dalam jumlah besar akan menurun karena turunnya harga komoditi di dunia dan kebijakan Amerika Serikat untuk lebih memanfaatkan gas alam dari negaranya sendiri, yang dapat mengurangi harga gas alam di seluruh dunia.

Chatib mengemukakan, ekonomi Indonesia harus lebih berinovasi dan pemerintahan harus didukung oleh penelitian dan pengembangan (research and development) di Indonesia dengan menyediakan insentif fiskal. Menurutnya, insentif tersebut dapat mendukung pertumbuhan inovasi.

Sementara itu, Charles Goddard, Direktur Editorial untuk The Economist Intellegent Asia Pasifik mengungkapkan, pemilu legislatif dan presiden yang akan berlangsung tahun ini akan menjadi penentuan bagi Indonesia karena berpotensi mengubah tatanan politik dan kebijakan di Indonesia. (EVA)

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)