Coca Cola Tingkatkan Insentif di Program Recycle Me Kedua | SWA.co.id

Coca Cola Tingkatkan Insentif di Program Recycle Me Kedua

Tahun ini insentif logistik pada program Recycle Me ditingkatkan hingga sebesar Rp30.000 untuk 3.000 pengirim pertama

Coca-Cola menghadirkan kembali program ‘Recycle Me’ sebagai bagian dari rencananya untuk meningkatkan laju daur ulang botol plastik PET bekas pakai. Konsumen diajak untuk mengirimkan 6 botol plastik PET bekas pakai dari semua produk minuman Coca-Cola ke-8 collection center.

Di tahun kedua ini, Coca Cola kembali bekerja sama dengan Waste4Change dan menggandeng Yayasan Mahija Parahita Nusantara sebagai mitra pengumpulan. Triyono Prijosoesilo, Director of Public Affairs Communications and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia mengatakan, konsumen dapat mengumpulkan, memilah dan mengirimkan botol plastik PET bekas pakai ke collecting center yang dikelola Mahija Parahita Nusantara melalui situs Waste4Change yang berada di Jakarta dan sekitarnya, mulai dari 20 Oktober hingga 31 Desember 2022.

Demi menarik minat masyarakat, tahun ini insentif logistik pada program Recycle Me ditingkatkan hingga sebesar Rp30.000 untuk 3.000 pengirim pertama melalui jasa kurir yang terintegrasi website Waste4Change. Konsumen juga berkesempatan meraih poin reward yang dapat ditukarkan dengan pulsa telepon, token listrik dan e-wallet senilai maksimal Rp 25.000.

“Mereka dapat memperoleh poin reward karena turut berpartisipasi. Kami memberikan insentif bagi konsumen untuk memilah kemasan botol bekas pakai dari sampah yang tidak bisa didaur ulang. Botol plastik PET bekas pakai yang telah terkumpul kemudian akan didaur ulang dan diubah menjadi kaus, tas dan produk yang bermanfaat lainnya,” jelas Triyono.

Ia melanjutkan, pada tahun lalu, inisiatif ini berhasil mengumpulkan lebih dari 220 kilogram botol plastik dari ribuan partisipan. Adapun tahun ini, program Recycle Me diperluas ke sejumlah titik pengumpulan di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. “Aspek sustainability ini akan jadi fokus kami pada tahun-tahun ke depan. Setiap produk ada elemen sustainability-nya,” kata dia.

Terkait program yang berlanjut ini, Mohamad Bijaksana Junerosano, Managing Director Waste4Change mengatakan, pihaknya antusias dan yakin bahwa program Recycle Me tahun ini akan memiliki dampak yang jauh lebih besar dalam mengurangi sampah plastik di Indonesia.

“Perusahaan-perusahaan seperti Coca-Cola dapat memainkan peran penting dalam menggunakan kekuatan dan jangkauan merek yang mereka miliki untuk mendorong kesadaran konsumen akan daur ulang dan membantu menginspirasi perubahan perilaku,” ujarnya.

Lucia Karina, Public Affairs, Communications, and Sustainability Director for Indonesia and PNG Coca-Cola Europacific Partners menambahkan, semua botol plastik PET yang terkumpul oleh Mahija akan didaur ulang oleh Amandina Bumi Nusantara.

Selain itu, Yayasan Mahija Parahita Nusantara juga akan mendukung mata pencaharian para pengumpul sampah dari sektor informal melalui program ‘Semangat Sehat Mahija’ dengan berbagai kegiatan seperti pemeriksaan kesehatan gratis dan donasi kebutuhan dasar.

Karina menyampaikan lebih lanjut, sebagai upaya pengembangan ekonomi sirkular untuk
botol plastik PET di Indonesia, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia akan segera membuka fasilitas daur ulang plastik (rPET) mutakhir yang beroperasi di bawah Coca-Cola Europacific Partners yang bersinergi dengan Dynapack Asia, Amandina Bumi Nusantara.

Fasilitas daur ulang PET plastik ini, jelasnya, akan menciptakan rantai pasokan kemasan plastik lingkar tertutup (closed-loop) di Indonesia dengan memproduksi pelet plastik berbahan dari botol plastik pasca konsumsi yang aman untuk produk makanan dan minuman.

“Pada tahun 2022, Amandina memiliki kapasitas daur ulang sebesar 15.000 ton/tahun, dengan rencana peningkatan menjadi 25.000 ton/tahun pada tahun 2023. Lokasinya di Cikarang,” ungkapnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)