Compact Indonesia Lahirkan Inovasi Pembangunan

Compact Indonesia – program kerja sama pembangunan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat untuk mengurangi kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi – telah mencapai tahap akhir pelaksanaan. Lima tahun dilaksanakan, Compact Indonesia telah berkontribusi pada prioritas nasional dalam tiga sektor utama, yakni kemakmuran hijau, pencegahan stunting, dan modernisasi pengadaan serta melahirkan sejumlah inovasi pembangunan.

“Keberhasilan Compact Indonesia terlihat dari berbagai proyek yang telah terintegrasi di dalam Prioritas Nasional. Nilai strategis dan inovasi yang telah dihasilkan Compact Indonesia akan dilanjutkan oleh pemerintah dan mitra pembangunan lainnya,” ujar Menteri PPN/Kepala BAPPENAS, Bambang Brodjonegoro.

Compact Indonesia telah mengembangkan model penanganan stunting yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat, penguatan pelayanan kesehatan, dan kampanye perubahan perilaku untuk mendukung target nasional penurunan prevalensi stunting menjadi 28% pada tahun 2019. Melalui Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Stunting (PKGBM), Compact menjangkau 2 juta balita di 11 provinsi, 64 kabupaten, dan 5.700 desa. Lebih dari 30.000 tenaga kesehatan telah terlatih untuk gizi, sanitasi, dan monitoring-evaluasi; kampanye gizi nasional telah menjangkau lebih dari 48 juta orang.

Selain itu, lembaga ini telah berhasil menguatkan komitmen pemerintah dari tingkat desa hingga pimpinan tertinggi negara untuk bekerja bersama lintas-sektor demi menangani stunting. Investasi Compact Indonesia melalui Proyek Kemakmuran Hijau telah berkontribusi mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 1 juta metrik ton per tahun, sejalan dengan Rencana Aksi Nasional-Penurunan Gas Rumah Kaca. Ini dicapai melalui berbagai upaya, yaitu pengembangan energi terbarukan total 12,3 MW di 11 provinsi, restorasi 16.580 hektar lahan gambut, pertanian berkelanjutan melibatkan 121.143 petani, penanaman 2 juta pohon dan tata guna lahan partisipatif di 40 kabupaten dalam kerangka Kebijakan Satu Peta.

Ia mengatakan, beragam inovasi juga telah dihasilkan, antara lain kemitraan masyarakat dan swasta dalam mengelola perusahaan listrik desa. Seluruh pengetahuan proyek ini dihimpun dan dibagi kepada para pemangku kepentingan sebagai referensi pembangunan hijau.

Melalui Proyek Modernisasi Pengadaan, Compact Indonesia mendukung agenda reformasi pengadaan pemerintah. Proyek ini telah mengembangkan kapasitas 1.590 profesional pengadaan, memperkuat kelembagaan Unit Layanan Pengadaan (ULP) di mana 43 ULP telah menjadi permanen dan 30 di antaranya mencapai tahap Centre of Excellence, penghematan Rp 30,3 miliar melalui kontrak katalog, serta membangun Sistem Manajemen Informasi Pengadaan (PMIS) yang telah diadopsi ULP dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Proyek ini merupakan investasi terbesar pemerintah Indonesia dalam upaya mereformasi pengadaan pemerintah agar lebih transparan, akuntabel, dan profesional.

Wakil Presiden dan Sekretaris Dewan Millennium Challenge Corporation (MCC), Jeanne Hauch yang mengatakan bahwa kemitraan MCC dengan Pemerintah Indonesia telah memperkenalkan berbagai model dan sistem baru yang dikembangkan dengan menyesuaikan kebutuhan Pemerintah dan rakyat Indonesia. “Kami bangga dengan hasil yang sudah dicapai dan tidak sabar melihat bagaimana masyarakat Indonesia melanjutkan kesuksesan ini,” ujarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!