Creaboration, Mencetak Wirausaha Produk Desain

Perkembangan produk desain di Indonesia masih sangat lambat. Padahal, sekolah-sekolah desain di negeri ini sudah berdiri sejak lama. Sekolah-sekolah itu menelurkan banyak desainer berbakat. Sayangnya, hasil karya mereka jarang yang terealisasi menjadi sebuah produk nyata yang bisa diperdagangkan.

Eileen Rachman, pemilik rumah desain Decorous

Menurut Eileen Rachman, pemilik rumah desain Decorous, desainer Indonesia tak kalah hebat dengan desainer internasional. Pemikiran mereka progresif, namun ketika ingin membuat dan memasarkan produknya terkesan banya hambatan dalam prosesnya.

Jadi sangat sulit bagi mereka untuk menjadi wirausaha produk desain. Mereka kan tidak berproduksi. Padahal tuntas berkreasi berarti bisa menghidupi diri sendiri dan karyawannya, mensejahterakan dan mengembangkan industri pokok bernilai tambah yang memadai,” ujar Eileen.

Bagaimana solusinya agar desiner Indonesia mau berproduksi? Eileen mengatakan, biasanya jika ada desainer yang berhasil menjual produksinya, maka yang lain akan mengikutinya. “Untuk itulah kami berusaha mendorong dunia desain kreatif, karena Decorous ingin juga menjadi tempat lalu lintas transaksi bisnis desain karya anak bangsa,” katanya.

Ide Decorous untuk mendorong desainer dalam menghasilkan dan menjual produknya itu kemudian ditangkap oleh Bank Mandiri. Keduanya kemudian melahirkan Creaboration, ajang yang mencetak wirausaha produk desain.

Ajang ini mengumpulkan semua ide desain, mendorong desainer merealisasikan produk, mencoba mengembangkan produksi, sampai produk siap jual. “Decorous juga melakukan kurasi yang cermat, untuk menjamin agar produk yang dipasarkan memang mempunyai mutu desain yang pantas diganjar nilai tambahnya.”

Hingga saat ini ajang Creaboration sudah diikuti oleh hampir 250 desainer muda, yang kemudian tersaring menjadi 11 desainer. “Produk yang mereka hasilkan tidak main-main, sangat indah, benar secara desain dan juga siap masuk pasar,” tambahnya.

Karya ke-11 desainer tersebut nanti akan dipamerkan dan dijual di Expo Wirausaha Muda Mandiri (WMM) dan Mandiri Young Technopreneur (MYT), 17-20 Januari 2013 di Sssembly Hall, JCC Senayan.

Ke-11 desainer tersebut adalah:

  1. Abie Abdillah, karya Pretzel Stool

  2. Alain Goenawan, karya Small Leather Goods

  3. Ardi Gunawan dan Sanhia Tryphosa, karya Monokayu, Preppu Punk

  4. Donna Angelina, karya Jewellery

  5. Gladys Angelina, karya Diamante Coffe Table

  6. Mariska Adriana, karya Serempak Table

  7. Dewangga Studio, karya Stupa table, Padma Table clock, dll

  8. Mohammad Reza, karya Poster Studio Milli

  9. Zanun Nurangga, karya Cocktrice Lamp

  10. Denny R Priyatna, karya Apolite Lamp

  11. Danny Yuwanda, karya Walrus Coffe Table. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)