Dari Banten, INTV Ekspansi ke 15 Kota

Banten TV melakukan rebranding menjadi INTV pada 2015. Ini seiring langkah mereka menjadi TV berjaringan sejak 2011. Tumbuh dan besar dari perusahaan keluarga di Banten, siaran INTV kini sudah bisa disaksikan di 15 kota seperti Jabodetabek, Banten, Lampung, Palembang, Medan, Bangka Belitung, Palu, Manado, Kendari, Ternate, Pangkal Pinang.

"Di setiap kota, INTV bermitra dengan TV lokal, siaran kita di-relay ke sana. Misal di Manado. Namanya INTV Manado. Setelah transformasi, pendapatan paling besar dari iklan, sekitar US$ 1 juta setahun," kata Evan Setiawan, Managing Director INTV.

Menurut dia, Banten TV yang lahir 2006 silam ini telah merajai Banten, mengalahkan TV-TV lokal yang lain seperti Cahaya TV Banten, Radar TV, dan Baraya TV. Dengan rating paling tinggi, manajemen memutuskan untuk melakukan ekspansi ke kota-kota besar lainnya. Langkah ini kemudian dibarengi dengan pergantian nama menjadi INTV. Dengan bekal modal dan sumber daya manusia yang memadai, INTV pun sukses merebut hati banyak pemirsa di banyak kota.

 

"Program acara di setiap kota berbeda. Misal, jam 3 sore di Jabodetabek ada Kpop Zone, di kota lain disiarkan kearifan lokal. Rating acara paling tinggi di prime time kita, yaitu jam 4-5 sore di segmennya anak muda dan jam 7 malam yang isinya film, sinetron, talkshow, reality show, dan lainnya. Satu jam rata-rata viewer 23 ribu. Di seluruh kota siar kita rata-rata ada 68 ribu viewer setiap harinya," papar dia.

Dia menjelaskan, Banten TV bukanlah milik Pemerintah Provinsi Banten. Tapi, pemerintah daerah bangga seolah-olah memiliki TV sendiri sehingga beberapa kali memasang iklan di TV yang tergabung dalam Grup Netwave Multimedia ini. Ini juga lebih disebabkan banyaknya tayangan kearifan lokal mengingat segmen pemirsa yang memang fokus di Banten, seperti Serang, Pandeglang, Cilegon, Lebak, dan lainnya.

"Kami berusaha mengakomodir masyarakat Banten. Untuk konten lokal kami mengikuti aturan KPI yang harus 10%. Jadi, sekitar 4-6 jam adalah konten lokal sekitar 20-30%. Entertainment sekitar 50%, dan sisanya news khusus berita dan kejadian di seputar Banten. Kami menyasar segmen menengah ke bawah dengan rentang usia 24-49 tahun," terang Evan.

Dia menambahkan, INTV memiliki kebijakan untuk menayangkan program yang inspiratif sesuai namanya INTV yakni Inspirasi TV. Dari hasil riset, pemirsa TV menyukai tayangan hiburan seperti musik, drama, dan film. Selanjutnya, tayangan yang memberi inspirtasi seperti kisah sukses wirausaha atau tayangan yang memberi nilai manfaat untuk keluarga.

"Segmentasi INTV sekarang kelas A dan B dengan rentang usia 15-34 tahun. Anak muda, musik, liputan mengenai rekomendasi. Di Jakarta, sekarang tenaga kerja ada 67 orang," kata dia. (Reportase: Yosa Maulana)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)