Datascrip Solution Days 2013, Cara Datascrip Cerdaskan Pelaku Bisnis

Dunia bisnis makin dinamis. Tantangan global dan domestik terus meningkat seiring dengan kemajuan teknologi dan tuntutan pasar. Mulai dari pengaruh perkembangn ekonomi internasional, kenaikan harga BBM, persaingan usaha, sumber daya manusia, digitalisasi sistem, security aset perusahaan, hingga membengkaknya biaya produksi.

DatascripDAY 2013(peserta) Suasana showroom Datascrip saat dikunjungi peserta Datascrip Solution Week 2012

Merespons kondisi tersebut, pt.Datascrip tidak tinggal diam. Sebagai The One Stop Solutions, Datascrip siap mendukung pelaku usaha dengan berbagai produk dan layanan yang dibutuhkan perusahaan. Bahkan, Datascrip menggelar “Datascrip Solution Days 2013” yang berlangsung selama sepekan (12-19 Juni 2013) untuk mengedukasi praktisi bisnis dengan berbagai ilmu terkait tekologi dan strategi bisnis. Kali ini tema yang diusung adalah Cerdas Menghadapi Tantangan Bisnis.

Ya, bertempat di Penthouse Gedung Datascrip, Jalan Selaparang Kemayoran, serangkaian seminar digelar dengan topik yang bervariasi disuguhkan oleh para narasumber yang kompeten di bidang masing-masing. Misalnya pada hari ke-5 dibahas tentang “Informasi Berbasis Spasial Kunci Strategis untuk Peningkatan Daya Saing Bisnis” dengan pembicara Dr Harris Turindo Kurniawan, Doctor of Strategis Business Management dari Universitas Indonesia dan Ir Cipto Waluyo, praktisi aplikasi teknologi Geospasial untuk Bisnis, Founder of Klikpeta-Geospasial Intelligence Solution.

Datascrip-presentasi Ir Cipto Waluyo, praktisi aplikasi teknologi Geospasial untuk Bisnis, Founder of Klikpeta-Geospasial Intelligence Solution saat presentasi

“Topik tersebut cocok untuk pemilik bisnis, IT Manager, General Sales Manager, Planning Manager, Sales & Distribution Manager, serta Business Development Manager,” ujar Liana Setiawan, Direktur Penjualan pt. Datascrip seraya mengatakan bahwa ajang ini bukan kali pertama diselenggarakan.

Beberapa tema lain yang dibahas Datascrip Solution Days 2013 adalah Strategi Pengadaan Barang & Jasa Serta Teknik Penyusunan Estimasi Harga, Teknik Negosiasi Jitu bagi Seorang Buyer, Sukses Menciptakan Kantor yang Hijau dan Sehat, Ergonomi Perkantoran, Sistem Pengelolaan dan Pemusnahan Arsip Berbasis Teknologi Informasi & Komunikasi, Meningkatkan Kepuasan Pelanggan melalui Penerapan Teknologi Terkini, Proteksi Aset Perusahaan dengan Teknologi Deteksi Wajah,  Pangkas Biaya Produksi Tayangan dengan Teknologi Digital.

“Jadi kami bukan jualan semata, tetapi membentuk engagement dengan para klien sebagai pelaku industri dengan memberi informasi agar mereka dapat menumbuhkan industri sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi,” jelas Liana.

Tahun lalu, Datascrip menggelar acara serupa bertajuk “Datascrip Solution Week 2012” dengan tema Doing Things Better in Business. Ajang tahunan ini merupakan wujud komitmen Datascrip yang tidak hanya menyediakan ragam produk kebutuhan bisnis, melainkan juga turut mengembangkan kinerja para insan bisnis di Indonesia agar dapat lebih produktif dan efisien, sehingga mampu bersaing di kancah persaingan global saat ini.

Datascrip-mitra

Hebatnya, selama 6 hari penyelenggaraan, ratusan peserta dari berbagai sektor bisnis mengikuti Datascrip Solution Days 2013. Mulai dari sektor keuangan, media, kesehatan, perdagangan, transportasi, ritel, hingga pemerintahan dan militer.

Bagaimana rincian tema yang dibahas selama 6 hari seminar? Berikut ini sari pati hasil diskusinya.

  1. Strategi Pengadaan Barang dan Jasa serta Teknik Penyusunan Estimasi Harga

Seminar hari pertama (Rabu, 12 Juni 2013) diawali oleh topik “Strategi Pengadaan Barang dan Jasa serta Teknik Penyusunan Estimasi Harga”  dengan pembicara Ir. Yuwono Wijanarko, M.M., CMPM, pakar Business Process & Supply Chain Management, Senior Manager PQM Consultant.

Menurut Yuwono, penyusunan harga perkiraan sendiri atas pengadaan barang & jasa (HPS) berfungsi berbagai acuan dalam melakukan evaluasi harga penawaran barang dan jasa. Tujuannya untuk mendapatkan harga penawaran yang wajar, dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dilaksanakan oleh rekanan sesuai dengan ketentuan kontrak. Oleh karena itu, HPS merupakan kunci keberhasilan proses pengadaan sebuah perusahaan.  HPS disusun dengan memperhitungkan keuntungan dan biaya overhead yang dianggap wajar.

Tema kedua adalah “Teknik Negosiasi Jitu bagi Seorang Buyer” yang dibawakan oleh Dedy Budiman, M.PD,  Champion Sales Trainer dan Founder Komunitas Sales Indonesia (KOMISI). “Ada empat tahap negosiasi. Pertama, investigasi yakni mencari tahu mengenai hal yang akan dinegosiasikan, kandidat lain yang ikut bernegosiasi, waktu yang dimiliki, hal yang akan diterima, dan fakta-fakta yang ada,” katanya.

Kedua, presentasi yaitu tahap pertukaran informasi, saling menjelaskan permasalahan dan kebutuhan serta pengajuan tawaran awal. Ketiga, tahap penawaran dimana negosiator harus bisa meminta lebih tinggi sebagai strategi menghindari jalan buntu karena konflik ego para negosiator. Keempat, kesepakatan.

2. Sukses Menciptakan Kantor yang Hijau & Sehat dan Ergonomi Perkantoran

Hari kedua mengulas konsep kantor modern yang ramah lingkungan dan ergonomis. Desain yang mendukung kerja dinamis/ kerja sehat dapat memacu kreativitas dan produktivitas kinerja kantor.

Seminar ini terbagi menjadi dua sesi yang dibawakan oleh narasumber yang berbeda. Sesi pertama mengangkat topik “Sukses Menciptakan Kantor yang Hijau dan Sehat” dengan pembicara Naning S.A. Adiwoso, Ketua Green Building Council Indonesia.

Menurut Naning,  perusahaan-perusahaan saat ini harus mengikuti perubahan yang ditujukan untuk menyongsong Indonesia Sehat 2020. Perubahan-perubahan itu di antaranya terkait pengurangan karbon dan emisi  penyebaran bakteri untuk kualitas hidup yang lebih baik

“Tren ke depan paradigma desain ruang kerja bergeser dari “me/mine” menjadi “we/us”. Oleh karena itu, rancang ruang perkantoran cenderung berorientasi pada komunitas, areal komunal yang atraktif dan fleksibel dengan lingkungan yang lebih asri dan sehat. Ruang rekreasi dan hiburan pun diperlukan di tempat kerja. Adapun akses internet hendaknya dibuat jaringan nirkabel sehingga karyawan bisa terhubung di mana saja di kantor,” dia menguraikan.

Topik kedua bertajuk Ergonomi Perkantoran yang dibawakan oleh Dr. Lamto Widodo S.T., M.T., Ketua Program Studi Teknik Industri Universitas Tarumanagara. “Desain ergonomis memungkinkan karyawan bekerja dengan posisi duduk/mengetik yang nyaman, furnitur ataupun peralatan yang digunakan harus bisa disesuaikan dengan mudah dan praktis. Jadi, pemilihan furnitur harus memperhatikan fungsi dan kebutuhan kerja karyawan yang menggunakan,” tegasnya.

3. Sistem Pengelolaan dan Pemusnahan Arsip Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi

Pembicara pada hari ke-3 adalah H.M Asichin, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) periode 2010-2013 dan M. Imam Mulyantono, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kearsipan ANRI. Temanya, Sistem Pengelolaan dan Pemusnahan Arsip Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Kedua pembicara memaparkan penerapan teknologi informasi terhadap administrasi memberikan efisiensi dalam pengelolaan arsip. Baik itu dari segi penyimpanan, pengaksesan, maupun pemusnahan. Pengelolaan arsip dari awal penciptaan, penyimpanan, alih media hingga pemusnahannya merupakan hal yang tak boleh dikesampingkan. Dengan pengelolaan yang tepat arsip yang dimiliki dapat digunakan secara maksimal sesuai dengan tujuan pembuatannya.

4. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Melalui Penerapan Teknologi Terkini dan Proteksi Aset Perusahaan dengan Teknologi Deteksi Wajah

Ada dua seminar yang didiskusikan pada hari ke-4. Pertama, tentang Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Melalui Penerapan Teknologi Terkini yang dibawakan oleh Kafi Kurnia, konsultan bisnis ternama. Bagaimana caranya? “Contoh persahaan call center menggunakan komputer desktop yang multifungsi atau restoran cepat saji yang menyediakan monitor layar sentuh untuk pemesanan menu,” ungkapnya. Hal ini merupakan upaya perusahaan beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk mempercepat layanan dan semakin memuaskan pelanggan.

Kafi Kurnia (ki-ka) Kafi Kurnia, Konsultan Bisnis dan Liana Setiawan, Sales Director pt. Datascrip

Untuk tema Proteksi Aset Perusahaan dengan Teknologi Deteksi Wajah, dipaparkan oleh Daniel Djaharuddin, Lead Auditor Security Management System PT Sucofindo.  Daniel mengatakan,” Lingkup keamanan pada bisnis mencakup SDM dan aset intelektual, etika dan reputasi merek dagang produk/perusahaan/manajemen, aset keuangan, transportasi dan distribusi produksi, fisik dan infrastruktur, manajemen keberlangsungan bisnis, serta sistem informasi dan teknologi informasi.”

Dari semua sistem manajemen pengamanan yang ada, semua mempersyaratkan pengamanan fisik. Salah satu operasional pengamanan fisik yang bisa dilakukan adalah pengendalian akses. Caranya mulai dari identifikasi visual menggunakan kartu pengenal, kartu elektronik, pin, sidik jari, retina, sampai deteksi wajah.

Sementara itu,  Sylvia Lionggosari, Division Director pt. Datascrip, mengatakan, dewasa ini pemahaman perusahaan tentang sistem keamanan lebih baik dibandingkan 10 tahun silam. Kala itu, orang tahunya sistem kemanan hanya CCTV. “Kami di Datascrip selalu menawarkan solusi keamanan secara menyeluruh, sehingga dilakukan riset dulu, barulah didesain sistem seperti apa yang baik untuk perusahaan, selanjutnya didiskusikan lagi dengan klien,” ujar Sylvia.

Kini, Datascrip memegang lisensi untuk memasarkan produk-produk keamanan dari Secure, HID, Kaba, CEM Systems, Siemens, EIA, dan Astrophysics inc. Integrasi sistem keamanan ini bisa dimulai dari luar gedung dan dalam gedung. Untuk produk unggulan Datascrip, CCTV masih dominan.

Urutan kedua, pedestrian barriers yang sudah digunakan di beberapa gedung-gedung perkantoran. “Tahun 2012, penjualan system management security Datascrip Rp 60 miliar dan tahun 2013 ditargetkan Rp 100 miliar,” kata Sylvia buka kartu.

5. Informasi Berbagai Spasial: Kunci Strategis untuk Peningkatan Daya Saing Bisnis

Untuk sesi hari ke-5, pakar yang tampil Dr. Harris Turino Kurniawan (Doctor of Strategic Business Management, Universitas Indonesia) dan Ir. Cipto Waluyo (Praktisi Aplikasi Teknologi Geospasial untuk Bisnis, Founder of Klikpeta – Geospatial Intelligence Solution). Mereka menguraikan pentingnya pemanfaatan solusi sistem informasi berbasis spasial (lokasi) untuk pengembangan bisnis dan cara membangun sistem tersebut.

“Penentuan titik-titik lokasi bisnis (kios, depot, kantor cabang) harus melihat demografis dan prospek di wilayah tersebut sehingga pemasaran produk akan lebih mengena,” Cipto Waluyo menerangkan.

Peserta dengan tekun mendengarkan presentasi pembicara hari ke-5 “Informasi Berbasis Spasial Kunci Strategis untuk Peningkatan Daya Saing Bisnis" Peserta dengan tekun mendengarkan presentasi pembicara hari ke-5 “Informasi Berbasis Spasial Kunci Strategis untuk Peningkatan Daya Saing Bisnis"

6. Kesiapan Wartawan Foto dalam Menyikapi Era Multimedia

Di hari terakhir, ada dua seminar berbeda yang digelar. Pertama, Kesiapan Wartawan Foto dalam Menyikapi Era Multimedia dengan pembicara Eddy Hasby, wartawan foto Kompas. “Perkembangan teknologi kamera DSLR dengan format video full HD serta perkembangan industri multimedia membuat para fotografer harus pandai membaca peluang pasar,” ucapnya.

Eddy mencontohkan, perkembangan DSLR dengan format video full HD (1920x1080) yang menjadi fenomena dikalangan videografer dan fotografer. Fenomena perkembangan kamera still yang juga mampu merekam video full HD ini menjadi topik menarik.

Seminar kedua bertajuk Pangkas Biaya Produksi Tayangan dengan Teknologi Digital yang menghadirkan pembicara Indrayanto Kurniawan, seorang sutradara dan produser film. Seminar ini membahas tentang upaya yang bisa dilakukan pelaku industri rumah produksi untuk meminimalisir biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas tayangan dengan memaksimalkan teknologi digital.

Seabrek ilmu yang ditularkan oleh para pakar itu membuat peserta puas. “Meski tidak semua materi dapat saya serap optimal, tapi wawasan meningkat. Topik yang diangkat menarik semua dan layak diikuti, berguna untuk individu, perusahaan dan lingkungan,” ujar Rifa, peserta dari salah satu media yang berkantor di Jakarta Pusat itu. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)