Di Balik Kesuksesan Ford Menangkan International Engine of The Year EcoBoost

Untuk ketiga kalinya Ford berhasil menyabet penghargaan International Engine of The Year, yang digelar di Stuttgart 28 Juni 2014, dimana mesin kecil Ford bertengaga 1.0-liter EcoBoost menjadi aktor kesuksesan tersebut.

ecoboost

Keberhasilan Ford tersebut tak lepas dari performa EcoBoost yang hemat bahan bakar namun tetap bertenaga, dimana telah diaplikasikan menjadi mesin Fiesta dan delapan kendaraan Ford lainnya, seperti B-MAX, EcoSport, C-MAX dan Grand C-MAX, Tourneo Connect, Tourneo Courier, Transit Connect dan Transit Courier. Ditambah lagi mesin ini dilengkapi dengan turbocharger yang berputar hampir dua kali lipat rpm (revolusi per menit) dimana tenaga yang dihasilkan layaknya mesin – mesin mobil balap F1.

Para juri terdiri dari 82 jurnalis otomotif dari 35 negara akhirnya menobatkan mesin 1.0-liter EcoBoost sebagai “Best engine under 1.0-liter”. Mereka juga memuji mesin tersebut sebagai salah satu contoh teknik rekayasa paling sempurna mengalahkan nominiasi lainnya dari mobil premium dan supercar.

Mengantarkan paket lengkap dari penghematan bahan bakar dan performa yang mengejutkan, kesenyapan serta kehalusan yang membuat terpana, kami tahu mesin kecil 1.0-liter ini akan menjadi game changer,” ujar Bob Fascetti, Vice President Ford Powertrain Engineering.

“Melalui pendekatan One Ford kami terhadap pengembangan, EcoBoost terus menetapkan tolok ukur untuk tenaga yang dikombinasikan dengan efisiensi bahan bakar dari mesin bensin kecil.”

Teknik rekayasa inovatif yang dipoles oleh lebih dari 200 ahli mesin dan desainer dari pusat penelitian dan pengembangan Ford di Aachen dan Markenich, Jerman, serta Dagenham dan Dunton, di Inggris, juga tak lepas dari apresiasi mengingat mereka menghabiskan lebih dari lima juta jam mengembangkan mesin tersebut. Alhasil beberapa didapatkan, yakni kemampuan berputar turbocharger hingga 248.000 rpm atau lebih dari 4000 kali per detik.

Ditambah lagi mesin tersebut juga mampu mengantarkan tembakan puncak sebesar 124 bar (1.800 psi) setara dengan gajah Afrika dengan berat lima ton.

Selain itu, mesin ini dilengkapi kepala silinder aluminium dengan knalpot terintegrasi yang dapat menurunkan temperatur gas buang untuk mengoptimalkan rasio bahan bakar terhadap udara. Desain flywheel dan katrol depan yang inovatif menghasilkan kehalusan yang lebih baik dibandingkan dengan desain mesin 3-silinder tradisional.

Hingga saat ini, EcoBoost telah memenangkan 13 penghargaan utama. Selain mengumpulkan tujuh penghargaan International Engine of the Year dalam tiga tahun – termasuk Best New Engine pada tahun 2012 – 1.0-liter EcoBoost juga telah memenangkan International Paul Pietsch Award 2013 untuk inovasi teknologi di Jerman; Dewar Trophy dari Royal Automobile Club di Inggris Raya; dan Breakthrough Award dari majalah Popular Mechanics di AS. Ford juga merupakan produsen mobil pertama yang memenangkan trofi Ward’s 10 Best Engines untuk mesin tiga silinder.

Tahun ini merupakan kompetisi terketat yang pernah ada, namun 1.0-liter EcoBoost terus bersinar dengan segala keunggulannya – penyempurnaan hebat, fleksibilitas mengejutkan dan efisiensi yang luar biasa,” kata Dean Slavnich, co-chairman penghargaan International Engine of the Year ke-16 dan editor majalah Engine Technology International. “Mesin 1.0-liter EcoBoost adalah salah satu contoh teknik rekayasa powertrain yang paling sempurna.”

Kendaraan Ford yang dilengkapi dengan mesin 1.0-liter EcoBoost sekarang tersedia di 72 negara di seluruh dunia. Dengan akses pabrikan yang sangat strategis, dimana produksi EcoBoost tersebut juga dilakukan di kawasan Asia Pasifik, tepatnya di Chonqking, Cina, dengan leluasa mendukung permintaan di sekitar kawasan tersebut. Tercatat, untuk kuartal pertama tahun 2014, lebih dari satu per tiga pembeli new Fiesta di kawasan Asia Pasifik memilih mesin 1.0-liter EcoBoost. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)