Digital Fashion Week 2016 akan Hadir di Jakarta

Sedikitnya penghargaan terhadap desainer lokal menginspirasi Charina Widjaja, Kreator Digital Fashion Week (DFW) & Director DFW Creative untuk menemukan solusi agar bisa mempertemukan desainerr lokal dengan konsumen. Menurutnya, kebanyakan orang lebih suka menggunakan barang bermerk ketimbang barang lokal. Dia ingin merek lokal bisa menjadi suatu kebanggaan.

Itulah sebabnya, Charina dkk berinisiatif membuat Digital Fashion Week di Singapura pada tahun 2012. Ajang fashion berbasis digital ini hanya menampilkan karya para desainer lokal Singapura. Meski pun hanya menampilkan 6 rancangan desainer Singapura, ia masih yakin dengan perkembangan DFW di dunia, khususnya Asia.

fashion

Keyakinanya pun tak sia-sia, hingga tahun 2015 DFW tidak hanya di selenggarakan di Singapura melainkan juga di Bangkok pada 2015 ini. Ia pun cukup kaget ketika Bangkok menawarkan diri untuk menjadi salah satu tempat diadakannya fashion show ini. Animo masyarakat pun meningkat,  tahun 2015 ini DFW Singapura mampu menembus 1 juta penonton.

Namun menurutnya jumlah tersebut tidak hanya diperoleh melalui www.digitalfashionweek.com, tetapi juga berbagai website streaming yang juga bekerjasama dengan DFW. Salah satunya adalah Youtube, di mana penonton dari platform ini mencapai jumlah yang cukup tinggi.

DFW sendiri bukanlah ajang fashion show biasa. Acara  ini memungkinkan penonton untuk menyaksikan berbagai tayangan langsung dari ajang tersebut secara online. baik itu peragaan busana, kegiatan backstage, behind the scene, wawancara sebelum dan pasca acara. Penonton juga bisa langsung melakukan pembelian terhadap karya-karya yang dihadirkan di runway tanpa harus berada di tempat tersebut.

Berbagai aplikasi dan platform media sosial akan dimaksimalkan untuk meningkatkan hubungan antara tamu yang hadir dan penonton secara virtual. Namun aplikasi ternyata tidak mampu menampung keinginan semua konsumen. Ajang DFW ini diperuntukan untuk konsumen B2B dan B2C dimana pasar B2C menginginkan tampilan yang lebih saat melihat karya yang mereka inginlkan.

Namun, aplikasi ini tidak mampu menampung keingin tersebut sehingga ia akan memaksimalkan tampilan website. Ajang ini telah mampu mendukung 50 perancang lokal dengan menghadirkan berbagai tamu VIP dari industri global, seperti Naomi Campbell, Hilary Alexander, Adre Pejic, dll. Selain itu tamu yang hadir juga terdiri dari buyer, media, dan orang-orang yang berminat dengan karya tersebut. Menurut Charina, DFW memberikan hubungan yang kuat antara perancang, pembeli korporat, dan konsumen perorangan melalui kegiatan offline yang diperluas melalui online.

Oleh karena itu ia pun ingin memperluas pasar dengan mengadakan DFW Jakarta.”Sebagai orang Indonesia, aku ingin mengadakan acara ini di Indonesia,” jelas wanita berambut lurus ini dengan optimistis. Rencananya fashion show ini bakal digelar tahun 2016 dan timnya masih sibuk menyeleksi perancang lokal yang dianggap berbakat.

Berbeda dengan Singapura dan Bangkok, jumlah peserta desainer Indonesia yang ingin ikut berpartisipasi mencapai ribuan orang. Padahal awal kali ia mengadakan acara DFW, desainer yang berpartisipasi hanya 6 orang, sehingga ia berharap agar penonton DFW Jakarta 2016 nanti bisa melapaui 1 juta orang.

Kini, kerja kerasnya mulai berbuah manis.”Dulu orang kalau pakai baju hanya bangga kalau pakai yang bermerk. Sekarang, dengan merek lokal pun mereka bangga," dia menegaskan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)