Kebijakan Suku Bunga Fed Tak akan Berdampak Signifikan

Direktur Utama Jakarta Futures Exchange, Stephanus Paulus Lumintang, mengatakan, pihaknya meyakini kebijakan The Fed menaikkan suku bunga tidak akan berdampak signifikan terhadap bursa berjangka seperti mereka sebab hal tersebut tidak akan berhubungan langsung.

Paulus menjelaskan, Indonesia sebagai negara ber-denominasi bukan dollar AS justru menjadi pemikat para investor “Bunga di sini bisa mencapai 2 %, sedangkan negara-negara dengan denominasi dollar kan nol persen itulah mengapa Indonesia bak surganya investor,” ujarnya. Bahkan, dibandingkan dengan Taiwan yang juga negara berdenominasi bukan dollar AS, Indonesia masih lebih tinggi, karena di Taiwan bunganya baru mencapai 0,25 %.

konferensi pers JFX

Selain Amerika Serikat, Tiongkok pun kini memainkan peran penting dalam percaturan ekonomi dunia. Sejumlah prediksi menunjukkan impor Tiongkok untuk beberapa komoditi seperti batu bara akan terus menurun, akibatnya harga komoditi tersebut ikut melorot. Harga batu bara sepanjang 2015 lalu terpangkas hingga 68 %. Belajar dari kondisi tersebut, menuurt Paulus, ke depan pihaknya akan lebih fokus ke komoditi agro seperti kopi dan olein yang merupakan produk turunan CPO.

Fokus JFX kepada komoditi kopi bukan tanpa alasan. Pada pertengahan Desember 2015 ini kontrak bilateral kopi di JFX mencapai 294.659 lot, jumlah ini berarti meningkat 70,42 % dibandingkan periode yang sama tahun 2014. Selain itu permintaan kopi di pasar lokal pun semakin tinggi dan harga yang membaik dibanding tahun lalu menjadi pemicu pertumbuhan transaksi kopi di JFX.
Selain kopi dan olein, komoditi lainnya yang juga akan menjadi fokus JFX tahun depan adalah emas.

Pada pertengahan Desember 2015 kontrak berjangka emas mencapai 204.142 lot jumlah ini meningkat 104,83 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. JFX menutup tahun 2015 dengan pencapaian transaksi kontrak melebihi target, baik konrak multilateral maupun bilateral. Kontrak multilateral yang ditargetkan naik 25 % ternyata mampu menembus angka 69,82 % dari 412.199 lot per akhir Desember tahun 2014 menjadi (diperkirakan) 700.000 lot akhir Desember 2015 nanti. Sampai dengan 15 Desember 2015, transaksi kontrak multilateral tercata telah mencapai 652.743 lot.

Meski harga komoditi belum bisa dipastikan akan membaik di tahun 2016 nanti, tetapi pihak JFX sudah mengagendakan beberapa target dan strateginya. Pertama untuk transaksi multilateral ditergetkan naik 250 %dari 600.000 lota pada tahun 2015 menjadi 1.5 juta lot tahun 2016.

Strategi yang akan dilakukan untuk mencapai pertumbuhan ini adalah melakukan revitalisasi dan fokus pada produk yang diminati oleh pelaku usaha. Tambahan modal akan diperoleh dengan cara revaluasi aset, “Kami belum tahu tepatnya berapa nilainya dari revaluasi aset itu karena menunggu hasilnya dari pemerintah dalam hal ini Dirjen Pajak,” ujar Paulus, “Tetapi kami yakin angkanya bisa mencapai Rp 100 miliar,” dia melanjuttkan pembicaraan.

Target kedua, untuk transaksi bilateral diharapka dapat tumbuh 120 % atau naik menjadi 4.386.000 lot pada tahun 2016 dari 3.655.000 lot pada tahun 2015 ini. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)