Donny-Wempy Bawa Brand Sour Sally Mendunia

Sour Sally, frozen yogurt brand yang merupakan produk lokal ini yang sukses memasarkan produk yogurt di kalangan muda. Di Indonesia nama Sour Sally tidak asing, produk yang sering diidentikkan franschise dari luar negeri ini justru merupakan produk yang benar-benar milik Indonesia.

Donny Pramono bersama sang ibu (foto by: Lila Intana) Donny Pramono bersama sang ibu (foto by: Lila Intana)

Donny Pramono, sang founder Sour Sally, menginginkan setelah brand nya ini sukses di dalam negeri, ke depan akan memetik sukses yang sama di luar negeri.

Langkah menuju pasar dunia dilakukan dengan mendapuk Wardour and Oxford sebagai global business development agency. Wardour and Oxford adalah sebuah lembaga pengembangan bisnis global yang membantu dan melejitkan perusahaan Indonesia menuju internasional.

Wempy Dyocta Koto CEO Wardour And Oxford(1)Wempy Dyocta Koto merupakan Global CEO Wardour and Oxford. Melalui tangan dingin Wempy, Donny berharap akan segera membuka pasar dunia.

Bisnis Sour Sally didirikan pada tahun 2008 dengan menyasar pasar kelas menengah ke atas, khususnya perempuan. Bisnis ini berawal dari ide sang bunda Donny Pramono saat melihat gerai penjualan produk yogurt beku di luar negeri, selain alasan itu Donny sendiri merupakan penyuka yogurt.

Karakter Sour Sally yang unik ditampilkan gambar anak perempuan lucu dengan rambut dikepang dua menjadi sebuah asosiasi yang melekat di benak pelanggannya. Kejelian Donny Pramono dalam membuat karakter Sour Sally inipun menjadi kekuatan Sour Sally untuk menciptakan pelanggan melalui tatapan pertama pada ikon kartun ini.

Sour Sally bisa ditemukan di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Bali, Semarang. Omset Sour Sally mencapai puluhan miliar per tahun.

Melalui inovasilah Sour Sally hingga kini terus berkembang pesat. Target market anak muda disasar melalui promosi di sosial media, seperti lewat Facebook, fanspagenya sudah di 'Like' oleh 226 ribu orang. Dalam hal produk, Sour Sally senantiasa memunculkan rasa baru setiap 6 bulan sekali, atau memberi kejutan pada konsumen dengan memunculkan rasa lama yang mereka favoritkan.

Langkah Sour Sally melakukan ekspansi ke luar negeri menurut Donny sudah sangat tepat, apalagi dengan menggandeng Wardour and Oxford sebagai rekan kerja. Donny Pramono semakin serius untuk mengembangkan sayap bisnisnya yang tidak kalah bersaing dengan produk lain di dunia.

“Dalam sebuah bisnis, membutuhkan komitmen untuk terus mengembangkannya. Dan mengembangkan bisnis tidak bisa sendirian, untuk memasuki pasar internasional saya mencari patner yang bisa membantu saya. Memilih partner Wardour And Oxford bukan tanpa pertimbangan, tapi karena Wempy sebagai Global CEO Wardour and Oxford sudah membuktikan kepiawaiannya membawa merek Indonesia ke luar negeri. Karena itu menurut saya, di Indonesia tidak ada expert untuk membuka pasar internasional selain Wempy,” ujar Donny.

Sementara Wempy Dyocta Koto menyatakan produk Sour Sally yang berkualitas ini menjadi daya jual untuk menjadikannya bisnis masa depan. “Saya melihat Sour Sally, bukan hanya sebagai penjual yogurt tapi Donny orang yang visionary, ambisius, dan sangat dinamis. Dia juga memiliki keinginan yang kuat bagaimana pembeli yogurtnya bisa merasa puas dan loyal akan produk yang dia beli. Komitmen ini yang mahal dalam bisnis saat ini.”

Wempy sangat optimis Sour Sally bisa menjadi perusahaan global yang tangguh dan menjadi inspirasi bagi pengusaha muda lainnya. “Jadi, yang segera mencoba kelezatan Sour Sally bukan saja masyarakat Indonesia, dalam waktu singkat seluruh dunia segera bisa menikmati rahasia lezatnya,” ucap Wempy. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)