Dorong Penerapan GCG di Indonesia, IFC Libatkan Jurnalis

Untuk mendukung operasi bisnis dan lingkungan bisnis yang berkelanjutan di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif stabil, International Finance Corporation (IFC), anak perusahaan Bank Dunia, mendorong penerapan tata kelola perusahaan  yang baik atau good corporate governance (GCG) melalui peran serta media massa.

Moez Miaoui, Kepala Proyek Corporate Governance IFC Indonesia, di konferensi pertama di Indonesia tentang pelaporan media terkait isu tata kelola perusahaan dengan tema “Corporate Governance, Ethics, and Journalism: The Benefits of Good Media Reporting” pada Selasa (21/5) di Hotel Kempinski, Jakarta.

“Media massa memiliki pengaruh terhadap perusahaan untuk meningkatkan praktek GCG-nya,” ungkap Moez Miaoui, Kepala Proyek Corporate Governance IFC di Indonesia, dalam Konferensi pertama di Indonesia tentang pelaporan media terkait isu tata kelola perusahaan dengan tema “Corporate Governance, Ethics, and Journalism: The Benefits of Good Media Reporting” pada Selasa (21/5) di Hotel Kempinski, Jakarta.

Dalam diskusi panel yang diselenggarakan pada konferensi itu, dinyatakan bahwa di balik korupsi pejabat publik, terdapat stimulus dari pihak swasta atau bahkan korupsi yang dilakukan pihak swasta. Oleh karena itu, pemantauan terhadap perusahaan, melalui penerapan GCG-nya, harus senantiasa dilakukan. Diskusi panel itu diisi oleh beberapa pembicara antara lain Abdullah Alamudi, dosen senior di Dr. Soetomo Press Institute dan mantan ketua Komisi Pengaduan Publik di Dewan Pers; Ade Armando, pengamat media dan dosen Universitas Indonesia.

Abdullah Alamudi mengatakan, “Sangatlah penting bagi rekan-rekan jurnalis untuk memahami isu-isu seputar tata kelola perusahaan yang baik supaya bisa lebih bisa menghadirkan berita-berita ekonomi dan bisnis yang bermanfaat bagi publik”. Sarvesh Suri, Country Manager  IFC Indonesia, mengatakan bahwa tata kelola perusahaan akan menciptakan lingkungan usaha yang lebih berkelanjutan dan mendorong perkembangan ekonomi.

Konferensi ini dihadiri oleh editor dan jurnalis senior dari sekitar 50 media massa. Ke depannya, kata Sarvesh Suri, akan dirancang mengenai program pelatihan bagi jurnalis untuk membantu standar pemberitaan tentang isu tata kelola perusahaan. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)