Dua Institusi Ini Salurkan Hibah Rp 2 Miliar

Berdasarkan data Otoritas jasa Keuangan (OJK), total nilai aktiva bersih reksadana meningkat sebesar 12,63% dari Rp 241,46 triliun di tahun 2014 menjadi Rp 271,97 triliun di tahun 2015.  Citi sebagai salah satu penyedia produk dan layanan investasi pun turut mengembangkan produk dan layanan investasinya.

20160519_163716-640x480

Sejak tahun 2011, Citi dan First State Investments Indonesia (FSI) mengeluarkan produk reksadana First State IndoEquity Peka Fund (FSI Peka Fund). Di sini Citi bertindak sebagai selling agent dan bank kustodian untuk produk tersebut. Produk reksadana ini tidak hanya untuk mengoptimalkan portofolio investor, namun juga menyisihkan sebagian dari pendapatan reksadana untuk berbagai kegiatan sosial. Bentuk filantropinya adalah berupa dana hibah yang merupakan 0,5% dari nilai aktiva bersih investasi yang dikelola. Dan selanjutnya akan diserahkan kepada beberapa lembaga nirlaba.

Kerja sama antara Citi dengan FSI ini bisa terbentuk karena adanya kesamaan visi kedua belah pihak. “Kami sudah mulai bekerja sama dengan Citi sejak tahun 2007,” ujar Tandy Cahyadi, Distribution Channel head PT First State Investment.

Sementara itu, Batara Sianturi, Chief Executive Officer Citi Indonesia, mengatakan, proses pembuatan produk FSI Peka Fund ini menghabiskan waktu cukup lama.

Tandy memaparkan, semua hal dipertimbangkan dengan matang mulai dari sisi proses investasi, proses seleksi dari segi yayasan atau lembaga yang akan menerima dan besaran yang akan disisihkan. Tujuannya agar bisa menjaga kesinambungan dari reksadana itu sendiri dan tetap bisa memberikan kontribusi positif terhadap sosial ekonomi.

Hingga Desember 2015 lalu, total dana kelolaan ini adalah sebesar Rp 411,6 miliar. Sejak tahun 2011 silam, FSI Peka Fund sudah mendonasikan dana sebesar Rp 7,2 miliar yang telah didistribusikan ke beberapa lembaga nirlaba di Indonesia. Di tahun ini, jumlah donasi yang disalurkan meningkat lebih dari Rp 574 juta dari tahun lalu menjadi Rp2,513 mliar.

Di tahun 2016 ini akan ada 5 lembaga nirlaba yang akan memperoleh dana hibah tersebut. Lima lembaga itu adalah Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Yayasan Kelola, Asosiasi Pusat Pemberdayaan Sumber daya Wanita (PPSW), Yayasan Indonesia Mengajar dan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB).

“Kriteria pemilihan lembaga ini adalah memiliki struktur organisasi yang jelas, mantap dan memiliki laporan pertanggung jawaban yang bisa diaudit, lembaga nirlaba tersebut sudah berpengalaman lebih dari 3 tahun, dan memberikan sesuatu yang lebih kepada sosial budaya serta program-program kemanusiaan,” kata Ivan Jaya, Head of Wealth Management Citi Indonesia.

Sebagai pelengkap, Batara menyampaikan bahwa pada kuartal pertama tahun 2016 ini, laba bersih Citi naik sebesar 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dana pihak ketiga juga tumbuh sebesar 4%. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)