Duh, Kredit Macet Merayap Naik

Bank Indonesia mencatat kenaikan rasio kredit macet (nonperforming loan/NPL) pada Agustus 2016 menjadi 3,2 persen dari tahun sebelumnya 3,18 persen. Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo mengatakan pihaknya melihat sejumlah bank cukup konservatif dan reaktif segera melakukan penyehatan kualitas kredit lagi.

"Ini langkah yang baik, mereka sudah memperhitungkan yang terburuk," ujarnya di kantornya, Kamis, 22 September 2016.

(kiri) Gubernur BI, Agus Martowardojo (kiri) Gubernur BI, Agus Martowardojo

Agus berujar, pencadangan perbankan untuk mengantisipasi risiko kredit itu sudah dilakukan dengan kehati-hatian. Menurut dia yang paling bisa berperan dalam menurunkan NPL adalah pertumbuhan ekonomi dunia dan nasional yang meningkat.

Terlebih, pertumbuhan kredit saat ini masih belum optimal. Kondisi perekonomian global yang belum pulih, ujarnya, sangat mempengaruhi. Menurut Agus, walaupun demikian kondisi perekonomian dalam negeri masih terjaga.

"Inflasi terjaga, transaksi berjalan terjaga, kredit yang tumbuhnya terbatas itu utamanya karena peran permintaan," ucap dia.

Ekonomi dunia yang melemah, Agus berujar, cukup memukul ekspor Indonesia, sehingga kegiatan usaha dan permintaan kredit pun relatif lemah. "Kredit dalam rupiah cukup, tapi outstanding dalam valuta asing turun tajam," katanya.

Tempo

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)