Efisiensi, Pembangkit Jawa Bali Hemat Hingga Rp3 Triliun

IMG_7208

Untuk memperingati hari lingkungan hidup sedunia, PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB) menanam 210.377 pohon dI seluruh unit pembangkit PJB di Indonesia dan juga lingkungan sekitarnya. Juga, menanam pohon ketapang, gandaria, kemang, nyamplung, menteng, dan asam di PJB UP Muara.

Untuk mendapatkan keenam pohon langka ini, PJB bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Iwan Agung Firstantara, Direktur Utama PT PJB, mengatakan, agar PJB sebagai perusahaan energi harus tetap memperhatikan aturan-aturan yang ditetapkan oleh kementerian lingkungan hidup dan kehutanan. “Efisiensi yang PJB lakukan harus sesuai dengan ketentuan. Jangan sampai kita melakukan hal-hal yang illegal,” tegasnya.

Beberapa kegiatan efisiensi yang dilakukan PJB antara lain, pertama, dengan ISO 50001 yaitu melakukan efisiensi meningkatkan profitabilitas perusahaan, konservasi energi untuk mengurangi penggunaan energy fosil dan ramah lingkungan, melakukan sertifikasi manajer energy dan auditor energi dari HAKE ESDM untuk mengawal proses manajemen energi di masing masing unit.

Kedua, green power plant yaitu penerapan sistem manajemen best practice ISO 14001 untuk seluruh aset pembangkit, pencapaian target proper hijau untuk seluruh unit thermal dan penguatan CSR menuju proper emas. Saat ini PJB ada di 3 proper hijau. Selain itu PJB juga melakukan audit PJB IMS yang integrasi ISO 50001,ISO 14001,ISO 9001, ISO 18001,ISO 55001,ISO 26001, ISO 27001, secara rutin tahunan.

Ketiga, program efiensi energi di unit-unit pembangkit (UP). Di UP Muara Tawar, PJB menggunakan CNG (Compressed Natural Gas) sebagai penampung (storage) gas yang tidak terserap pada saat off peak ( 08:00 - 22:00) untuk optimasi penyerapan gas, sehingga mengurangi operasi BBM, dan reduksi emisi. Selain itu, PJB melakukan perubahan operasional operasi gas lebih efisien untuk menghindari gas tidak terserap, ini mengurangi emisi konvensional dan gas rumah kaca sebesar 350 Ton SO2 dan 320 ribu ton CO2 per tahun.

Sedangkan di UP Paiton, PJB menambahkan line drain by pass HPH menghemat energy sebesar 242 X 109 kcal/tahun, Penambahan sub sistem dynamic classifier mill untuk mengurangi pemakaian energy sebesar 13 X 109 kcal/tahun.
Kemudian, di UP Muara Karang menggunakan FSRU (Floating Storage and Regasifivation Unit) yang dapat menekan biaya penggunaan bahan bakar.

Lalu, di UP Gersik PJB memasangan gas burner pada PLTU 1-2, aplikasi ini dapat mengurangi penggunaan BBM sebesar 145.233.070.518,06 Kcal/tahun, meminimalisir penggunaan bahan bakar minyak, memudahkan pengoperasian pembangkit serta mengurangi kandungan emisi yang dikeluarkan pembangkit, implementasi program gasifikasi ( konversi BBM ke BBG) yaitu mampu mengubah kapasitas produksi UP Gresik.

Sementara di UP Cirata, program efiseinsinya adalah pemindahan supply untuk penerangan gedung dan switchyard dari PLTS 1 MW dan penggantian lampu TL dengan LED untuk menurunkan penggunaan pemakaian sendiri baik dari sisi sumber maupun sisi pengguna. Hal ini memanfaatkan sumber energi terbarukan dapat mengurangi biaya listrik, penghematan biaya pemeliharaan dan lebih ramah lingkungan.

Hasilnya, total penghematan di UP Muara Karang sebesar Rp 386 miliar, UP Muara Tawar Rp 661 miliar, UP Gresik Rp 1,3 triliun, dan UP Paiton Rp 1 triliun. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)