Eka Hospital Melihat Persaingan sebagai Sarana Peningkatan Pelayanan

Tingkat persaingan di bisnis pelayanan Rumah Sakit belakangan kian ketat saja. Selain “bertarung” sesama rumah sakit di dalam negeri, mereka juga harus siap melawan invasi rumah sakit luar negeri yang gencar berpromosi di Indonesia. Bagaimana Rumah Sakit Eka Hospital, Bumi Serpong Damai, Tangerang,  menyikapi persaingan itu? Dr. Johny Nurdin, Direktur Eka Hospital BSD, memaparkannya kepada Nimas Novi Dwi Arini:

JakartaEye(utama)

Bagaimana Anda melihat persaingandi insutri kesehatan saat ini dengan sesama rumah sakit lokal ataupun rumah sakit luar negeri?

Saya memandang ini sebagai sebuah hal yang positif, seperti koin bermata dua ya. Persaingan yang ada saat ini itu baik untuk kami karena bisa menstimulus kami untuk lebih meningkatkan kinerja pelayanan. Saya kira ini gambaran umumnya sepert. Persaingan yang ada saat ini itu masih wajar karena memang pasar untuk rumah sakit itu masih sangat besar. Rasio yang sering digunakan untuk mengukur ini kan bed:population, kalau di Indonesia sendiri perbandingannya itu 1 bed : 1.600 populasi ini angkanya masih sangat besar  loh. Berbeda dengan Jepang yang sudah 1 bed banding 70 populasi atau negara tetangga kita Singapura 1 bed : 320 populasi.

Lalu bagaimana dengan rumah sakit luar negeri yang sering berpromosi di Indonesia juga?

Saya rasa ini wajar, karena rasio kita masih besar sekali. Sedangkan Malaysia ya yang rumah sakitnya begitu gencar promosi di sini. Mereka itu di sana 1 bed berbanding 500 populasi, di sana itu untuk domestiknya sudah jenuh karena rasio domestiknya sudah bagus.

Kalau mengenai perusahaan farmasi yang mulai masuk ke bisnis rumah sakit ataupun klinik bagaimana menurut Anda?

Ini manuver yang sangat baik, mereka ingin bisa menguasai hulu sampai dengan hilir apalagi dengan supply chain yang mereka sudah punya saat ini. Menurut saya persaingannya nanti ada di bagaimana startegi bisnisnya karena di sini yang akan bertahan itu yang bisnisnya paling efisien ya.

Lalu bagaimana startegi memenangkan pasar?

Strategi yang kami gunakan umum ya, kami menyesuiakn dengan visi dan misi ini yang utama. Kami sangat memperhatikan keselamatan dan kenyamanan pasien, ini hal yang selalu kita coba tingkatkan. Lalu konsolidasi juga ke dalam, jadi kami fokus ke diri kami. Untuk patient safety sendiri kami sudah membangun infrastruktur dan pelayanan yang memadai untuk menjaga pasien yang datang ke kami terjaga keselamtan dan kenyamannya. Oh, selain itu kami selalu berusaha untuk naik kelas. Kami sudah ada beberapa akreditasi dan ini selalu kami ikuti. Seperti tahun ini kami reakreditasi untuk JCI tahun 2014 ini kami lulus secara sempurna.

Apa yang dilakukan untuk membangun patient safety tadi?

Oh kalau untuk infrastruktur di Eka Hospital ini semua ruangan kami one patient one room  untuk semua kelas. Jadi benar-benar satu pasien ya mendapatkan satu kamar, begitu juga untuk di ICU kami dan saya rasa ICU yang ada di Eka merupakan salah satu yang terbaik juga.

JakartaEyeCenter

Ekspansi apa yang dilakukan oleh Eka Hospital?

Tentu kami ingin melakukan ekspansi dengan membangun Eka Hospital di daerah lain. Ini merupakan impian kami. Tapi untuk tiga tahun ke depan kami akan konservatif,  ingin punya sistem yang mendukung dulu dan main power yang andal, baru kami bergerak ke arah sana.

Bagaimana mengukur kesuksesan pemasaran Eka Hospital?

Ya rumah sakit ini kan harus hati-hati sekali tidak seperti industri lain, kami tidak boleh over promited. Kalau kami menilainya dari indikator tingkat pertumbuhan di volume pasien dan tentu ujungnya revenue. Kami juga mengukur  dari customer satisfaction index dalam pelayanan.

Selain itu kami juga ukur dari interaksi jadi komunikasi kami di luar seperti apa. Kan kami punya website dan sosial media dari sana lah kami melihatnya. Yang terakhir adalah kami ke lapangan langsung misalnya dengan CSR yang kami punya, salah satunya dengan kampanye  Know  Your 5.

Jumlah pasien sebulannya berapa?

Kalau dalam sebulan rata-rata untuk rawat jalan atau poliklinik itu ada sekitar 17 ribu, sedangkan untuk rawat inap ada sekitar 750-900 pasien. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)