Ekonomi Lesu, Aquaproof Perkuat Jaringan Distributor

Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) baru saja memutuskan menunda kenaikan The Fed Rate menyusul kondisi perekonomian di Negeri Paman Sam yang belum sepenuhnya siap menghadapi kepulangan dana-dana besar dari negara-negara berkembang.

Pemerintah Indonesia berharap kepastian The Fed ini berdampak bagus pada kestabilan ekonomi makro dan pasar keuangan di Tanah Air. Gonjang-ganjing nilai tukar rupiah diharapkan mereda sehingga dampak buruknya untuk dunia usaha bisa diakhiri.

Selama tiga kuartal, ekonomi RI masih lesu. Data dari Badan Pusat Statistik telah mengafirmasi hal tersebut di semester I-2015. Penyebabnya apalagi kalau bukan harga minyak dan komoditas dunia yang masih di level rendah serta perlambatan ekonomi di Tiongkok, Jepang, dan negara-negara di Eropa.

Kelesuan ekonomi ini juga dirasakan PT Adhi Cakra Utama Mulia, perusahaan pemasok berbagai produk pelapis anti bocor (waterproofing coating) dan produk kimiawi bangunan lainnya dengan produk andalannya, Aquaproof.

“Tahun 2014 kami terus tumbuh. Namun sejak kuartal I dan II 2015 ini, kami akui penjualan mengalami penurunan sebesar 10%,” kata Pendiri PT Adhi Cakra Utama Mulia, Herman Moelina.

Pendiri PT Adhi Cakra Utama Mulia, Herman Moelina Pendiri PT Adhi Cakra Utama Mulia, Herman Moelina

Perseroan terpaksa memangkas anggaran untuk iklan menjadi hanya 5% dari pendapatan usaha untuk mengurangi dampak buruk perlambatan ekonomi plus depresiasi rupiah serta musim kemarau panjang. Iklan yang dipangkas termasuk iklan di TV, media cetak, dan lainnya.

Perseroan menggantinya dengan terus menggelar aktivitas below the line untuk menunjukkan eksistensi Aquaproof. Hanya saja, kebutuhan dana untuk menyelenggarakannya dikurangi. Demikian juga frekuensinya. “Kalau dulu bisa habis Rp 1 miliar, sekarang dikurangi. Jika dulu bisa 10 kali sekarang hanya 5-6 kali,” katanya.

Herman memang mesti jeli mencari peluang di tengah lesunya perekonomian. PT Adhi Cakra Utama Mulia tidak bisa bersaing dari segi harga dengan para kompetitornya. Dengan kualitas produk yang jempolan, nasabah memang harus mau membayar sedikit lebih mahal.

Ia menyebut sudah banyak pelanggannya yang memilih produk dengan harga lebih murah. Namun, ternyata hasilnya tidak memuaskan. Akibatnya, uang dikeluarkan bisa dua kali lipat. Inilah poin utama dalam edukasinya kepada pelanggan. “Apalagi, untuk lokasi yang krusial seperti atap rumah, tidak boleh sembarangan,” katanya.

Untuk menjaga kelangsungan bisnis, lanjut dia, perseroan konsisten menambah jumlah distributor ke berbagai kota yang belum tersentuh, seperti di luar Pulau Jawa dan beberapa kota kecil di Pulau Jawa. Sebanyak dua lokasi distributor dibangun setiap tahunnya.

“Porsi kue bisnis ini masih terbuka lebar. Daya serap bisnis ini baru 10%. Nah, dari yang 10% itu Aquaproof menguasai pangsa pasar sebanyak 79%. Hingga saat ini kami masih menjadi market leader,” katanya. (Reportase: Syukron Ali)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)