Ekonomi Lesu, Gajah Tunggal Fokus ke Ekspor

Roda perekonomian Indonesia belum berputar sesuai harapan. Sepanjang semester I-2015, pertumbuhan ekonomi hanya 4,7%. Ekonomi lokal yang melambat ini adalah dampak dari perlambatan ekonomi Tiongkok dan juga belum menentunya perekonomian Amerika Serikat.

Hingga kuartal I-2015, PT Gajah Tunggal Tbk mencatat penjualan bersih Rp 3 triliun, turun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,2 triliun. Penjualan ban sepeda motor tumbuh 2,4%, untuk kendaraan roda 4 turun 5%. Secara keseluruhan, total penjualan turun 3,9%. Turunnya penjualan mobil dan motor baru berdampak negatif terhadap kinerja perseroan di segmen original equipment (OE).

Pasar ban pengganti (replacement) di dalam negeri kian tertekan seiring semakin ketatnya persaingan di segmen ban radial mobil penumpang. Melemahnya sektor pertambangan komoditas dan perkebunan juga memicu turunnya permintaan ban khususnya untuk kendaraan komersial.

“Saat ini, Gajah Tunggal sedang fokus pada peningkatan penjualan ekspor dan pengembangan produk baru untuk memastikan target penjualan sebesar 5-10% tercapai,” kata President Director Gajah Tunggal, Christopher S.C. Chan.

President Director Gajah Tunggal, Christopher S.C. Chan President Director Gajah Tunggal, Christopher S.C. Chan

Perseroan mampu meraup pertumbuhan ekspor rata-rata 8% setiap tahun. Hingga saat ini, 40% produk ban andalan perusahaan asli Indonesia ini mengisi pasar ekspor. Terbesar ke Amerika Serikat yakni 60% sementara sisanya ke pasar Eropa, Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Oceania. Gajah Tunggal terus berinovasi untuk melahirkan produk-produk baru yang mampu menjawab kebutuhan pasar.

“Strategi kami yang lain, mulai dari merevitalisasi jaringan distribusi, menumbuhkan rasa bangga atas produk lokal, hingga CSR. Sehingga, produk ban kami juga bisa bersaing di pasar ekspor,” kata Christopher.

Menurut dia, perseroan juga punya produk yang lengkap meliputi ban radial mobil penumpang, ban biasa truk dan bus, ban sepeda motor, ban radial truk, dan lain-lain. Perseroan juga memproduksi kain ban dan karet sintesis yang merupakan komponen hulu dalam proses pembuatan ban.

“Kami berkomitmen untuk investasi lebih dari Rp 1 triliun untuk R&D. Kami tak hanya menghasilkan produk yang berkualitas tetapi juga mengedepankan keterampilan teknis dan inovasi dari seluruh karyawan,” kata dia.

Sejak tiga tahun terakhir, Gajah Tunggal terus meningkatkan penetrasi ke segmen OE di dalam dan luar negeri khusus untuk ban radial mobil penumpang. Tujuannya, untuk memperkuat ekuitas merek selain menghasilkan multiplier effect di pasar ban pengganti (replacement). Langkah itu terbukti ampuh.

Perseroan kini menjadi pemasok utama ban di segmen Low Cost Green Car (LCGC) dan kendaraan baru yang populer seperti Honda Mobilio dan Honda Jazz. Perseroan juga menggandeng komunitas otomotif untuk mempertahankan penguasaan pasar di industri ban nasional dan meningkatkan pangsa pasar di luar negeri.

“Pada tahun 2014, pendapatan dari ekspor perusahaan tumbuh 24%. Di Q1-2015, pendapatan hampir Rp 5,1 triliun. Kami tetap yakin penurunan penjualan ini tidak akan lama karena konsumen hanya menunda pembelian,” katanya. (Reportase: Tiffany Diahnisa)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)