Ekonomi Lesu, Maybank Perkuat Monitoring Kinerja

Perlambatan ekonomi global membuat perbankan terdesak. Mau tak mau, suka atau tidak, mereka mesti mengerem laju penyaluran kredit. Pembiayaan perbankan hanya naik 10,1%, meleset jauh dari perkirakan semula yakni 13%. Musababnya adalah situasi ekonomi yang belum kondusif.

PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat program monitoring kinerja untuk menekan dampak buruk perlambatan ekonomi ini. Kredit bermasalah adalah hantu yang sangat menyeramkan di industri perbankan. Tak hanya memangkas pendapatan, laba bank juga akan termakan kredit yang tidak lancar ini.

“Yang lagi jadi big issue adalah masalah performance. Saya tahu betul susahnya bisnis saat ini. Performance orang-orang di dalam seperti apa, target bank seperti apa. Yang jadi masalah besar adalah performance orang-orangnya. Semua orang menderita karena marketnya sedang sulit,” kata Business Human Capital Manager-Business Banking Maybank Indonesia, Raissa Carolina Halim.

Business Human Capital Manager-Business Banking Maybank Indonesia, Raissa Carolina Halim. Business Human Capital Manager-Business Banking Maybank Indonesia, Raissa Carolina Halim.

Untuk itulah, Maybank Indonesia terus memperkuat program monitoring kinerja. Jika training dan coaching sebelumnya hanya dilakukan setiap 2 tahun, kini dipercepat seiring lesunya perekonomian. Program monitoring kinerja bahkan dilakukan setiap tiga bulan dan bisa diperpendek menjadi dwi mingguan saat harus menilai kinerja beberapa orang.

“Kalau ada karyawan yang memang tidak kompeten di bidangnya sekarang, kami bisa mengambil langkah cepat. Apakah akan dimutasikan ke backoffice atau yang lain. Misalnya, pasarnya tidak cocok, sehingga karyawan itu dipindahkan ke daerah lain yang lebih mudah untuk dia,” katanya.

Sejalan dengan langkah rebranding Maybank Indonesia, divisi human capital juga tengah mengampanyekan nilai-nilai baru yang dinamakan Kultur Kerja, yakni Leadership, Accountability, Performance, dan Compliance. Nilai-nilai tersebut terus diingatkan kepada seluruh karyawan di semua level.

“Ke depan, jika terpilih menjadi HR Leader, iklim kerja yang kompetitif tetapi juga nyaman untuk Gen Y dan Gen Y akan menjadi fokus utama Maybank. Di masa transisi seperti sekarang, banyak orang yang suffer, nantinya entah Gen Y atau Gen X yang harus out,” katanya. (Reportase: Raden Dibi Irnawan)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)