Ekonomi Lesu, Profesi Apa Yang Paling Diburu?

Beberapa sektor usaha luluh-lantak dihajar perlambatan ekonomi dan anjloknya harga komoditas. Tapi, prospek sektor telekomunikasi masih sangat cerah. Ahli pemasaran dan teknik masih menjadi buruan utama untuk mendongkrak pendapatan perusahaan. Inilah penggalan hasil survei gaji yang digelar Mercer.

“Perusahaan lebih optimis di tahun 2015. Tahun ini, performa yang menurun membuat mereka menahan anggaran HR. Sebagian besar memerkirakan bisnis akan seperti tahun kemarin, tapi ada juga yang menyatakan tumbuh moderat. Tapi, anggaran HR tidak berubah,” kata Astrid Suryapranata, Associate Director Mercer.

Artinya, tak ada cerita indah kenaikan gaji dan bonus tahunan seiring performa perusahaan yang jeblok. Sebagian responden bahkan mengakui ada penghematan biaya HR di pos rekrutmen dan pelatihan. Alasannya, mereka memang tidak merekrut karyawan baru. Jika ekonomi membaik, baru akan merekrut karyawan baru pada tahun depan.

Astrid Suryapranata, Associate Director Mercer

Astrid Suryapranata, Associate Director Mercer

“Kalau ada yang mau ditambah kemungkinan adalah sales marketing dan engineer. Keduanya adalah kunci perusahaan mendapatkan revenue. Meski begitu, kompensasi dan operasional masih jadi isu,” kata dia.

Menurut dia, sektor yang paling terkena dampak perlambatan ekonomi adalah energi serta minyak dan gas. Banyak perusahaan di sektor ini yang merumahkan ribuan karyawannya. Alasannya, mereka mesti melakukan penghematan anggaran mengingat tingginya remunerasi yang diberikan kepada karyawan.

“Secara keseluruhan, anggaran gaji memang turun. Tapi, untuk life science dan consumer good tidak berubah. Yang paling terkena dampak adalah oil and gas, dan mining,” kata dia.

Lain halnya, dengan sektor telekomunikasi yang masih menjanjikan. Seiring perkembangan digital, banyak operator telekomunikasi justru membutuhkan banyak karyawan baru. Generasi Y yang kreatif dan inovatif menjadi target para operator seluler.

Anak-anak muda ini adalah jembatan untuk merangkul pesatnya pertumbuhan startup di Tanah Air, terutama startup teknologi. Para operator ini berlomba-lomba menawarkan layanan yang memberikan nilai tambah untuk meningkatkan loyalitas pelanggannya.

“Untuk industri yang paling terkena dampak (pelemahan ekonomi), justru kesempatan emas untuk talent mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk menyelamatkan perusahaan. Misalnya, efisiensi produksi ditingkatkan. Ini saatnya menetapkan diri di level tertentu. Ini juga peluang yang tepat untuk belajar,” ujar dia. (Reportase: Rizky C. Septania)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Panasonic Jawab Kebutuhan Konsumen dengan TV dan Audio Terbaru

PT Panasonic Gobel Indonesia kembali menjawab kebutuhan pasar elektronika audio dan visual Indonesia dengan menghadirkan produk unggulannya pada tahun 2016...

Close