Management Corporate Action Strategy Corporate Action

Emiten Tekstil Siap Akuisisi 2 Perusahaan Garmen

Emiten Tekstil Siap Akuisisi 2 Perusahaan Garmen

PT Pan Brothers, Tbk (PBRX), produsen tekstil dan garmen, melalui anak usahanya PT Pancaprima Ekabrothers berencana mengakuisisi 2 perusahaan garmen yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah. Fitri Ratnasari Hartono, Direktur Pan Brothers, mengatakan PT Matrix Indo Global dan PT Maxmoda Indo Global adalah perusahaan garmen yang akan dibidik perseroan untuk diambil alih sahamnya.

Saat ini, Pan Brotehrs sedang melakukan pembicaraan yang intensif dengan pemegang saham kedua perusahaan tersebut. “Pengambilalihan saham ini secara bersama-sama antara Pan Brothers dengan anak perusahaanya yaitu Panca Prima ” kata Fitri dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan ke Bursa Efek Indonesia, Rabu (18/2).

Dia menjelaskan besaran transaksi untuk kedua perusahaan target tidak sampai 5% dari total ekuitas perseroan per Juni 2014 sebesar US$ 192,66 juta. Fitri mengatakan 3 faktor menjadi latar belakang perseroan untuk mengakuisisi saham kedua perusahaan tersebut

Faktor pertama, lanjut Fitri, kedua perusahaan ini bergerak di industri garmen. Yang kedua, jenis produk kedua perusahaan itu berbeda dengan yang saat ini diproduksi oleh Pan Brothers maupun anak usahanya. Ketiga, perseroan menyakini pengambilalihan kedua perusahaan ini akan melengkapi jenis produksi dan memperkuat daya tawar perusahaan.

Bangun Pabrik

Sebelumnya, Ludijanto Setijo, CEO Pan Brothers, mengatakan perseroan berambisi menjadi perusahaan garmen terbesar di dunia. Perseroan pada Desember 2014, mengumumkan pendirian 3 perusahaan baru melalui skema joint venture dengan nilai setoran modal mencapai Rp 86,11 miliar.

Ludijanto Setijo, CEO PT Pan Brothers, Tbk.

Ludijanto Setijo, CEO PT Pan Brothers, Tbk.

Menurut Ludijanto, kinerja perseroan di tahun ini akan lebih menarik dibandingkan tahun 2014. “Kami menargetkan tahun ini tumbuh di kisaran 20% cukup masuk akal atau senilai US$ 400 juta,” katanya. Orientasi pasar perseroan mengekspor produknya ke mancanegara. Sebanyak 98% produksi Pan Brothers dikapalkan untuk pasar ekspor. “Tren ekspor 2015 masih sama, yakni 30% untuk AS, 30% pasar Eropa, 30% Asia, dan sisanya ke negara lain. Mimpi kami adalah menjadi the largest in the world,” katanya.

Berbicara soal belanja modal, tahun ini perusahaan menganggarkannya sekitar US$ 40 juta. “Anggaran itu tergolong cukup besar karena pada 2015 kami akan membuka 7 pabrik baru, empat diantaranya sudah jadi. Lokasinya di Jawa Tengah,” ia menguraikan. Rencananya, Pan Brothers pada Maret mendatang, berencana membuka pabrik di Vietnam. Di sana izin pengurusan dan lahan cukup mudah.

Menghadapi MEA yang tinggal di depan mata,perseroan tidak gentar menghadapinya. Target pasar Pan Brothers adalah pasar ekspor, jadi tidak akan mengganggu daya saing perusahaan. “Kami justru lebih dulu mengglobal, saat ini memiliki cabang di Singapura, Hong Kong dan Taiwan,” tuturnya.

Perseroan memproduksi 40 merek. Kapasitas produksi untuk jenis polo shirt saja sebanyak 120 juta kaus per tahun. Salah satu faktor yang membuat bisnis perusahaan terus berkembang karena adanya divisi research and development (R&D). Divisi riset ini dikelola oleh 200 orang yang khusus menangani riset dan pengembangan. “Kami dikenal sebagai pionir dalam memproduksi jaket yang tidak pakai jahitan. Selain itu, kami sudah berinvestasi teknologi dari Italia untuk quality finishing. Mudah-mudahan teknologi itu bisa beroperasi di tahun ini,” ucapnya. (Henni T. Solaeman & Ario Fajar)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved