EuroCham Rekomendasikan Pembenahan Dunia Bisnis di Indonesia

Kamar Dagang Industri Eropa (EuroCham) di Indonesia meminta Indonesia untuk menyederhanakan kerangka regulasi dunia usaha. Rekomendasi yang diajukan lewat Lembar Posisi Tahunan ini, meminta penguatan koordinasi antarkementerian dan para pemangku kepentingan dalam membuat kebijakan usaha. Upaya tersebut dinilai dapat meningkatan transparansi dan kepercayaan investor.

Eurocharm

“Rekomendasi-rekomendasi di dalam Lembar Posisi ini merupakan perspektif dunia usaha Eropa tentang isu-isu yang memengaruhi iklim perdagangan dan investasi di Indonesia,” kata Jakob Friis Sorensen, Chairman EuroCham Indonesia. Ia menambahkan perlu dilakukan dialog antara pemerintah dan para pelaku usaha dalam mengembangkan dunia bisnis di Indonesia.

Colin Crooks, Wakil Kepala Delegasi Uni Eropa untuk ASEAN, mengatakan bahwa Lembar Posisi yang diluncrukan merupakan inisiatif dunia usaha Eropa menghadapi hambatan perdagangan dan investasi di Inonesia.

Colin memaparkan, hambatan yang dirasakan para pelaku usaha Eropa dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia seperti, infrastruktur, kualitas SDM, regulasi yang rumit, hingga penyelarasan standar Indonesia dengan standar inernasional.

“Penanganan isu-isu ini akan membantu menarik investasi dari Uni Eropa maupun negara-negara lain. Perbaikan berdampak meningkatnya ekspor, mendorong alih teknologi dan keterampilan serta pertumbuhan ekonomi Indonesia itu sendiri,” ungkap Colin.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri pada tahun 2013 berada di angka 5,78 persen. Angka tersebut dinilai EuroCham merupakan kesempatan besar untuk pembangunan ekonomi Indonesia. Untuk nilai investasi Uni Eropa diperkirakan mencapai US$ 2,41 miliar pada tahun 2013. Sedangkan investasi perusahaan Eropa menciptakan 1,1 juta lapangan kerja. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)