ExxonMobil Makin Dominasi Persaingan Bisnis Lubricants

PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (ELI) baru saja merayakan hari jadi Equipment Builder  Group yang ke-100 di Hotel Shangri-La, Jakarta. Acara ini merupakan bentuk apresiasi management ExxonMobil terhadap segala pencapaian positifnya dalam beberapa dekade belakangan ini, terutama untuk sektor lubricants.

A view of the Exxon Mobil refinery in Baytown, Texas

Dalam acara tersebut, ELI memaparkan kesuksesan meningkatkan nilai penjualannya. Salah satunya ddalah kualitas engineer yang selalu dipertahankan guna menciptakan produksi pelumas yang berdaya saing, baik dari skala lokal, maupun global. Juga, safety procedure yang diterapkan sehingga berimbas pada aspek environmental care-nya. Selain itu efektifitas kerja juga diaplikasikan melalui berbagai penerapan mesin serta formula sehingga dapat pula meningkatkan kualitas produksi.

Perusahaan yang didirikan pada tahun 1914 ini memiliki formula tersendiri dalam menjaga kualitas lubrikasinya. Seperti yang diungkapkan oleh Osman Durrani, Presiden Direktur ELI, “kami memiliki equipment builder group yang terdiri dari individu – individu berkualitas yang memiliki kontribusi dalam menjaga performa produksi kami,” tukasnya.

Adapun peran equipment builder group sendiri, menurut Osman, meengevaluasi pendekatan – pendekatan lubrikasi dan secara seksama mengakses peralatan dan kinerja pelumas. Sehingga benefit yang dapat diberikan terhadap kostumer adalah mereka dapat terbantu dalam hal peningkatan kinerja produksi, baik dari sektor industri, pertambangan, maupun otomotif.

Selain itu dengan menggunakan lubricant keluaran ExxonMobil dapat pula menambah efisiensi energi, serta teknisinya juga terbantukan lantaran dapat mengidentifikasi dan menangani potensi permasalahan pada peralatan atau masalah kinerja di lapangan.

Sementara itu, jika dirunut peta persaingan market share lubricants di Indonesia memang tidak bisa dibilang mudah. ExxonMobil memiliki pesaing yang dalam beberapa segmen bisa saja mengganggu, yakni PT Pertamina Lubricants. Namun hal tersebut justru ditanggapi positif oleh Joanne Eu, Head of Marketting ExxonMobil Lubricants untuk Region Asia Pasifik.

“Ini merupakan sebuah oportunity daripada challenge. Karena kita bisa lihat, bagaimana pertumbuhan beberapa segmen strategis di Indonesia, seperti industri, migas, pertambangan, dan otomotif. Oleh karena itu ExxonMobil menekankan pada innovation relationship dimana ketika diterapkan dalam produksi lubricants, konsumer yang menggunakan akan dapat kesan bahwa efektifitas kerja mereka dapat meningkat,” tukasnya.

Menurutnya, seringkali konsumer telah membeli suatu equipment dalam nilai yang tinggi, namun durabilitinya rendah. Inilah yang menjadi salah satu sasaran dari ExxonMobil Lubricants untuk tetap menjaga performa mesin produksi untuk memperpanjang jangka waktu pemakaian.

Sementara itu, masih soal menyikapi peta persaingan, ExxonMobil optimis dapat mengungguli kompetitornya itu. Pasalnya seperti yang diungkapkan oleh Osman, perusahaannya memiliki jaringan yang luas yang dapat membantu menciptakan brand value. Disebutnya, ada 2000 preferential endoresment yang telah berada di pihak mereka, baik itu dari perusahaan mitra, seperti Siemens, maupun dari buyer yang telah merasakan kepuasan menggunakan lubricantnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)