Fasilitasi Pelaku Startup, LSM Kembali Digelar di Jakarta

P_20150820_153224-800x600Bisnis dan teknologi menjadi suatu yang melengkapi satu sama lain saat ini. Kemajuan teknologi membuat bisnis menjadi memiliki lebih banyak pilihan. Sebaliknya, banyaknya bisnis yang bervariatif menuntut teknologi untuk terus berkembang guna mencukupi kebutuhan bisnis tersebut.

Perkembangan teknologi yang selalu dinamis tak jarang membuat calon pelaku usaha untuk terus memproduksi ide mereka secara kreatif, karena ide merupakan sesuatu yang tak ternilai harganya. Namun seringkali calon enterpreneur muda kesulitan untuk memulai bisnis apa yang akan mereka mulai.

Membawa misi untuk membantu enterpreneur Indonesia memvalidasi bisnis mereka, Lean Startup Machine (LSM) digelar untuk yang kedua kalinya di Indonesia. Workshop ini menggunakan metode validated learning, yang memungkinkan ide mereka diterima di masyarakat luas. Workshop yang berasal dari New York ini sebelumnya telah menyelanggarakan acaranya di lebih dari 200 kota di 6 benua. Selain itu, LSM Juga telah membantu lebih dari 25.000 enterpreneur secara global. Workshop akan dimulai pada tanggal 4 hingga 6 September 2015 di kawasan kejora HQ, Slipi Jakarta barat.

Zafrul Noordin, Global Advisor dari LSM sekaligus founder dari Code Ar.my menyampaikan bahwa workshop ini merupakan peluang bagi mereka yang ingin serius memuai startup sebagai enterpreneur. “Workshop LSM mengajarkan calon pelaku enterpreneur melakukan validated learning/ belajar dengan metode validasi dengan mengandalkan data empiris yang didapatkan dari konsumen secara konkrit. Selain itu, peserta akan ditantang untuk keluar dari zona nyaman dan bertemu langsung dengan calon pelanggan. Dengan ini, produk yang dihasilkan benar benar terbukti menyelesaikan masalah, ” ujar Zafrul.

Selain dituntut untuk menjadi kreatif, enterpreneur yang hendak melakukan start up harus memiliki pertimbangan bahwa produk yang diciptakannya memiliki kegunaan bagi masyarakat. “Banyak dari para pelaku startup di Indonesia menciptakan produk yang luar biasa hebat. Namun meski demikian, tidak memberi nilai guna bagi masyarakat. Oleh sebab itu, para pelaku startup saya sarankan untuk membuat ide yang dapat menjawab permasalahan di masyarakat,” ujar Doni Priliandi, CEO Happy5.

Pada acara workshop, LSM akan menghadirkan lebih dari 25 inovator enterpreneur sebagai mentor. Sedangkan peserta ditargetkan terdiri dari mahasiswa, karyawan, calon enterpreneur, inovator, bahkan enterpreneur bisnis yang saat ini sudah berjalan. Meski hanya dilangsungkan selama 3 hari, LSM memberikan hasil yang umumnya dapat dicapai selama enam bulan, dimana peserta akan langsung melakukan uji coba langsung kepada konsep bisnis, identifikasi potensial, guna menjadikan bisnis menjadi efektif bagi masyarakat. (EVA)
.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)