Fokus SCG Perkuat Merek di Pasar Indonesia

SCG

Hasil kinerja SCG untuk Q1/2015 menunjukkan pertumbuhan positif pada keuntungan grup berkat kinerja bisnis petrokimia. Grup terus memperkuat posisi perusahaan sebagai perusahaan inovatif dengan melakukan kemitraan institut riset terkemuka untuk mengembangkan teknologi dalam meningkatkan kualitas kehidupan. Untuk itu, SCG berencana untuk memperluas investasinya di ASEAN, melihat pertumbuhan kawasan yang terus berkembang ini.

Kan Trakulhoon, Presiden dan CEO SCG, mengatakan hasil kinerja grup (unreviewed) untuk Q1/2015 menunjukkan pendapatan penjualan tercatat pada Rp42,568 miliar, turun 6% q-o-q dan 10% y-o-y akibat turunnya harga kimia yang dipengaruhi oleh turunnya harga nafta dan minyak.

Keuntungan grup tercatat Rp4,31 triliun, tumbuh 25% q-o-q dan 32% y-o-y. Melonjaknya keuntungan ini merupakan hasil dari pendapatan bisnis kimia yang membaik, meskipun terdapat penyesuaian harga saham sebesar Rp362 miliar . Keuntungan Q1/2015 juga disokong oleh pendapatan divestasi sebesar Rp578 miliar (termasuk pajak) dari saham perusahaan di Michelin (Thailand) sebesar 10%.

Untuk kinerja SCG di wilayah ASEAN (kecuali Thailand), pendapatan dari penjualan selama Q1/2015 tercatat flat y-o-y, yaitu sebesar Rp4,045 miliar, yang merupakan 10% dari total pendapatan dari penjualan keseluruhan SCG.

Per 31 Maret 2015, total aset SCG mencapai Rp188,815 triliun , dengan nilai total aset SCG di ASEAN (kecuali Thailand) senilai Rp35,359 triliun, yang merupakan 19% dari total aset terkonsolidasi SCG.

Berdasarkan laporan Q1/2015, SCG di Indonesia memiliki total aset senilai Rp15,842 triliun, tumbuh sebesar 18% y-o-y. SCG mencatatkan pendapatan dari penjualan mencapai Rp1,189 triliun pada Q1/2015, menunjukkan pertumbuhan flat y-o-y. “SCG di Indonesia kini sedang berfokus dalam penetrasi pasar sekaligus membangun merek SCG guna memperkuat dan mempertahankan posisi merek diantara pelanggan Indonesia”, imbuh Kan.

Kan menambahkan, SCG terus beroperasi untuk menjadi pemimpin yang berkelanjutan di kawasan ASEAN. Rencana ekspansi investasi masih sesuai rencana dan terus mengekspor produk ke pasar regional melihat pertumbuhan di kawasan ASEAN.

"Kami yakin bahwa ekonomi secara keseluruhan di wilayah ini akan terus meningkat dan sangat menguntungkan. Oleh sebab itu, investasi SCG secara regional akan terus meningkat. Untuk Q1/2015, pendapatan dari ekspor Grup ke pasar ASEAN tercatat sebesar Rp5,352 triliun, tumbuh 2% y-o-y walau harga produk petrokimia turun," jelasnya.

SCG terus berfokus dalam mendorong pengembangan produk dan layanan bernilai tambah tinggi (High Value Added / HVA) untuk menjawab berbagai kebutuhan konsumen dan meningkatkan kualitas kehidupan mereka. Di tahun 2015, SCG telah menyiapkan investasi senilai total Rp1,870 triliun pada R&D untuk mendorong terciptanya berbagai inovasi guna meningkatkan kualitas hidup konsumen di ASEAN.

SCG bermitra dengan University of Oxford, Inggris, untuk membangun Center of Excellence guna mendorong manajemen R&D yang berkelanjutan serta memperkuat personalia dan peralatan riset. Lebih lanjut, SCG juga bermitra dengan University of California, Berkeley, Amerika Serikat, untuk mengembangkan inovasi semen terbesar di dunia dengan menggunakan teknologi percetakan 3D. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!