Furnitur Indonesia Sasar Pasar AS Lewat Summer-LVM 2013

ilustrasi pameran ilustrasi pameran

Produk-produk furnitur Indonesia berusaha menyasar Amerika Serikat. Caranya, Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional akan mengikuti Summer-Las Vegas Market (LVM) 2013 untuk pertama kalinya. Ajang itu bakal berlangsung selama tanggal 29 Juli-2 Agustus mendatang, di Las Vegas, AS.

Pradnyawati, Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Kemendag berharap pameran Summer-LVM 2013 dapat menciptakan peluang bisnis baru bagi para pelaku furnitur Indonesia untuk mempromosikan produk unggulannya, sekaligus menangkap peluang pasar yang sangat besar di AS, khususnya bagian Pantai Barat. "Untuk itu, pengusaha Indonesia dituntut mampu menampilkan produk furnitur yang unik dan fungsional dengan desain dan tampilan yang menarik,” tutur dia, di Jakarta, Selasa (23/7/2013).

LVM adalah pameran furnitur terbesar di wilayah barat AS yang diadakan dua kali dalam setahun, yaitu saat musim dingin dan musim panas, di World Market Center (WMC) Las Vegas. LVM merupakan pameran pecahan dari pameran  High Point. High Point adalah salah satu pameran furnitur terbesar yang fokus pada furnitur indoor. Sedangkan, LVM fokus pada furnitur indoor dan outdoor. Namun, krisis keuangan yang melanda AS di tahun 2007 membuat LVM dan High Point bekerja sama hingga saat ini untuk memenuhi suplai atas permintaan produk furnitur di pasar AS.

Pada setiap tahun pelaksanaan pameran terjadi peningkatan jumlah pengunjung sebesar 23 persen, dan jumlah peserta sebesar 14 persen. Total  jumlah pengunjung dan  peserta ini didominasi oleh pengusaha dari wilayah barat AS, yaitu sebesar 71 persen. Sedangkan para buyers berasal dari berbagai penjuru AS, yaitu wilayah West (59 persen), Southwest  (14 persen),  Midwest  (14 persen), Southeast (8 persen), dan Northeast (5 persen).

Pada kesempatan kali ini, Indonesia  yang  mengusung tema Trade with Remarkable Indonesia akan menempati ruang pamer sementara seluas 198,07 meter persegi, di Gedung B. Ruang pamer tersebut akan diisi oleh tujuh perusahaan pilihan dari Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI), yaitu PT Aida Rattan Industry, Bali Wirama, CV Indosurya Mahakam, CV Nuansa Kayu Bekas, D-Art Collection Inc., PT Diraja Surya Furniture, dan PT Togeni Arum Jaya.

Untuk lebih memaksimalkan kegiatan promosional tersebut, kehadiran paviliun Indonesia dipublikasikan melalui empat media publikasi, salah satunya adalah Courtyard Display. Selain itu,  pelaksanaan pertemuan para buyers dijadwalkan pada hari pertama pameran. Kegiatan ini merupakan hasil  kerja sama antara Ditjen PEN dengan Atase Perdagangan Washington DC, ITPC Los Angeles, dan ITPC Chicago.

Sebagai informasi, produk  furnitur merupakan satu di antara sepuluh besar kelompok produk impor utama AS. Pertumbuhan impor  furnitur AS selama lima tahun terakhir (2008-2012) mengalami peningkatan sebesar 5,62 persen. Berdasarkan data International Trade Centre (ITC) yang diambil dari UN COMTRADE statistics, ekspor furnitur Indonesia ke AS pada tahun 2012 berada pada peringkat kedelapan, yaitu sebesar US$ 7,32 juta, atau meningkat 13,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$ 6,44 juta. Indonesia sendiri menguasai  1,53 persen pasar furnitur AS, sementara lebih dari 50 persen dikuasai oleh China. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)