Gabag Jajaki Pasar Asia dan Eropa

Gabag, merek tas thermal pertama di Indonesia yang meluncur di pasar sejak tahun 2011 lalu, menjajaki pasar Asia dan Eropa. Saat ini, penemunya, Gabriella Rayana Lengkong, tengah menyelesaikan urusan legal untuk menjajaki pasar Afrika, Brunei Darussalam, Filipina, Turki, dan Kosovo. “Produk kami sudah diterima di Malaysia dan Australia sejak tahun 2015 lalu,” ujarnya.

Di sana, lanjut dia, memang sudah ada produk sejenis. Tapi, tasnya hanya single kompartemen dan hanya satu warna. Gabag memiliki multikompartemen dengan kombinasi warna yang menarik. Sehingga, cocok untuk ibu-ibu pekerja.

Seiring suksesnya Gabag, wanita kelahiran Palu, 22 November 1983 ini merilis produk baru untuk mendukung kebutuhan ibu menyusui seperti pakaian menyusui, kantong ASI, dan Breastpad. Ada juga pakaian anak. “Segmentasi pasar kami adalah keluarga, lifestyle, dan ASI,” ujarnya.

Distributor di Malaysia bahkan menyebut Gabag adalah produk yang fenomenal. Apalagi, dengan adanya garansi antibocor untuk Gabag dan tahan dingin selama 16 jam untuk cooler bag. Mereka menggandeng Sucofindo untuk melakukan tes kekuatan tas. “Kami berhasil meraih banyak award seperti Top Brand Award, Rekor Bisnis Award, dan sertifikat dari Sucofindo,” katanya.

gabag

Wanita yang mengawali bisnisnya dengan mengimpor pakaian anak-anak sejak tahun 2009 ini memiliki resep ampuh untuk memenangi persaingan. Yakni, empati dan kreativitas untuk menciptakan produk yang berkualitas sesuai kebutuhan konsumen. Produk itu juga harus inovatif dan stylish.

“Prinsip kami adalah buatlah konsumen sendiri. Kami percaya, satu keberhasilan ibu menyusui adalah bertambahnya satu konsumen kami. Oleh karenanya, aktivasi merek yang kami lakukan adalah bersifat edukasi yang mendukung keberhasilan ibu menyusui,” ujarnya.

Ia melihat peluang bisnis tas Gabag masih menarik hingga 5 tahun ke depan seiring dikeluarkannya peraturan PP No 33 di tahun 2012. Isinya mewajibkan setiap perusahaan harus menyediakan ruangan khusus untuk menyusui dan larangan produk pengganti ASI untuk beriklan.

“Pasarnya semakin tinggi dengan adanya peraturan ini. Ini dibuktikan dengan meningkatkan sales kami. Di tahun 2014, tumbuh hampir 200%, termasuk ekspor. Pasar domestik menyerap 60%,” katanya. (Reportase: Maria Hudaibyah Azzahra)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)