Galeri Indonesia Kaya Catat 100 Ribu Pengunjung dalam Setahun | SWA.co.id

Galeri Indonesia Kaya Catat 100 Ribu Pengunjung dalam Setahun

Tepat satu tahun yang lalu, Galeri Indonesia Kaya (GIK) resmi didirikan sebagai perwujudan komitmen Bakti Budaya Djarum Foundation untuk terus memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan. Perayaan ulang tahun pertama GIK ini dibuka dengan pemotongan tumpeng oleh Victor Hartono, Presiden Direktur Djarum Foundation. Potongan tumpeng tersebut kemudiandiberikan untuk rekan media sebagai bentuk apresiasi kepada media yang selama ini mendukung perjalanan GIK. “Media massa menjadi partner kami dalam menyebarkan cinta budaya Indonesia lewat pemberitaan mengenai GIK,” ujar Victor.

galeri indonesia kaya

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun pertamanya, GIK bersama Threebute mempersembahkan sebuah produksi unik dan menghibur dengan konsep drama musikal interaktif yang bertajuk ‘4 Wanita: Jelajah’. Pertunjukan yang diprakarsai oleh Sashi Gandarum ini diramaikan oleh banyak seniman muda dan berbakat, antara lain Amink, Dira Sugandi, Cantika Abigail, Monitaa Tahalea, Audrey Tapiheru, Naura, Yuyun Arfah, dan Gamaliel Tapiheru.

Dalam pertunjukan berdurasi 1,5 jam itu mengisahkan tentang dua orang anak bersama ibu mereka yang menjelajah pulau-pulau di Indonesia untuk mecari ayah mereka. Pencarian dengan menggunakan balon udara itu di mulai dari Pulau Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan dan berakhir di Papua. Dalam penjelajahannya itu, penonton disuguhi beragam kekayaan budaya dari masing-masing pulau seperti lagu, makanan, bahasa dan tarian.
Menurut Renitasari Adrian, selaku Direktur Program Bakti Budaya Djarum Foundation, pembangunan GIK berawal dari kepedulian Djarum Foundation terhadap perkembangan seni budaya Indonesia dan kurangnya ruang publik di Jakarta. Selain itu terbatasnya fasilitas dan sarana untuk para seniman muda berbakat dan kurangnya informasi tentang budaya Indonesia yang mudah diakses dan dipelajari.

Ruang publik yang berlokasi di west Mall Grand Indonesia Shoping Town lantai 8 ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dalam memadukan konsep edukasi dengan digital multimedia untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia, khususnya generasi muda, dengan cara yang menyenangkan, terbuka untuk umum, dan tidak dipungut biaya.

Konsep desain mengangkat ke-khas-an Indonesia dalam kekinian dipadukan dalam desain interior seperti anyaman rotan, motif parang, bunga melati, batok kelapa dan kain batik tulis dari 12 daerah di nusantara sebagai ornamen. Secara keseluruhan terdapat 12 aplikasi yang bisa ditemukan di GIK, antara lain: Sapa Indonesia, Video Mapping, Kaca Pintar Indonesia, Jelajah Indonesia, Slearas Pakaian Adat, Melodi Alunan Daerah, Selasar Santai, Permainan Congklak Digital, Layar Telaah Budaya, Arungi Indonesia, Area Peraga, dan Fantasi Tari Indonesia.

Tempat seluas 635 m2 itu juga memiliki auditorium yang didukung fasilitas modern sebagai sarana bagi pelaku seni maupun masyarakat umum untuk menampilkan berbagai kesenian Indonesia dan kegiatan lainnya secara gratis, termasuk pengunjung dan penontonnya. Setiap pelaku seni memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan auditorium, baik untuk latihan maupun pertunjukan.

“Ke depan kami akan lebih banyak lagi melibatkan talent-talent dari daerah untuk bisa tampil disini, jadi kami tidak hanya mengenalkan tempat tetapi juga mengenalkan para seniman muda berbakat kepada masyarakat luas,” jelas Renita. Pihaknya optimis dengan apresiasi masyarakat terhadap keberadaan GIK, “Untuk 2014 ini saja hingga bulan oktober ini sudah 11.000 pengunjung, kalau total dari November 2013 sudah lebih dari 95.000 pengunjung” jelas Renita.(EVA)

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)