Gandeng ANZ Bank, Generali Targetkan Pendapatan Premi Rp 100 miliar

Generali, Indonesia, asuransiPT Bank ANZ Indonesia (ANZ), yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi Generali Indonesia,  meluncurkan produk bancassurance baru bernama Ultimate Balance Protection Plus (UB Pro Plus) untuk nasabah kalangan atas (affluent) dan emerging affluent di Indonesia. Hingga akhir 2012, pendapatan premi dari produk bancassurance ini ditargetkan mencapai Rp 100 miliar.

“Kami targetkan pendapatan premi dari produk ini setinggi mungkin. Hingga akhir 2012, target pendapatan sebesar Rp 100 miliar, saya rasa cukup. Dan saat ini sudah hampir mendekati target itu,” ujar Edy Tuhirman, CEO Generali Indonesia, pada acara peluncuran UB Pro Plus di Hotel Intercontinental, Jakarta, Rabu (7/11).

Terkait dengan peluncuran produk bancassurance ini, Ajay Mathur, ANZ Vice President Director of Consumer Banking, mengatakan, “Fokus kami adalah untuk memberikan nasabah kami layanan dan produk yang berkualitas dan dengan diluncurkannya UB Pro Plus ke dalam rangkaian produk finansial kaminyang komprehensif akan menambah pilihan bagi nasabah dalam hal proteksi”.

Edy Tuhirman menambahkan bahwa pihaknya menyediakan layanan finansial bagi nasabah ANZ dengan perlindungan yang maksimal dengan strategi atau sistem perlindungan yang unik dalam berinvestasi, yang disebut sebagai Auto Risk Management System (ARMS). Dijelaskan Edy, ARMS ini merupakan sistem yang dibuat oleh pihak Generali Indonesia yang berfungsi untuk mengurangi resiko dalam berinvestasi. “Dengan menggunakan sistem buatan Indonesia, maka resiko investasi dapat diminimalisir di tengah ketidakpastian kondisi pasar,” kata Edy.

Edy mengatakan bahwa sebelum produk UB Pro Plus ini diluncurkan hari ini, pihak ANZ sudah mencoba menjual produk ini dan hasilnya dianggap Edy cukup memuaskan. “Dari target pendapatan premi sebesar Rp 100 miliar pada akhir 2012, saat ini sudah mendekati angka itu,” ujar Edy. Hal ini dikonfirmasi oleh Anthony Soewandy, ANZ Director Retail Banking, yang mengungkapkan bahwa saat ini pendapatan premi sudah mencapai Rp 80 miliar.

“Kami sudah mulai melakukan internal offering dan responnya luar biasa. Awalnya kami targetkan dapat mencapai pendapatan premi sebesar Rp 100 miliar hingga akhir 2012. Hingga saat ini kira-kira sudah mencapai Rp 80 miliar dari 200 nasabah yang mem-booking,” ungkap Anthony Soewandi.

Saat ini, lanjut Edy Tuhirman, kontribusi bancassurance terhadap seluruh pendapatan masih paling besar, yaitu 55%, diikuti oleh Employee benefit dan dari agensi.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)