Gandeng Microsoft, Trisula Antisipasi Kenaikan UMR

Mengantisipasi kenaikan UMR di 2013, PT Trisula International Tbk, retail apparel beberapa brand Jack Nicklaus, G2000, JOBB, UniAsia dan Man Club, melakukan investasi US$ 150 ribu di bidang Teknologi Informasi (IT) dengan menggandeng Microsoft.

 

 

 

 

 

 

Aplikasi Microsoft yang menggunakan sistem ERP for retail ini mulai dioperasikan perseroan pada April 2013. Nantinya akan menghubungkan semua ritel Trisula,  sehingga kontrol operasionalnya dapat terpusat.

Direktur Utama Trisula, Lisa Tjahjadi, mengatakan, melalui modernisasi IT ini, maka akan terbentuk sistem kontrol yang terpadu dan efesien. “Di 2013 akan ada kenaikan UMR. Melalui kerjasama ini, maka kenaikan gaji bisa diiringi dengan kenaikan produktivitas para SPG (sales promotion girl) kami,” ujar Lisa di Jakarta.

Aplikasi Microsoft ini juga akan diberlakukan di semua anak usaha Trisula, yakni tiga pabrik garmen di Jawa Barat di mana mayoritas hasil produksinya untuk keperluan ekspor. “Sebanyak 80% produksinya kami ekspor ke Jepang, Australia, Amerika dan Eropa. Sementara 20% nya untuk keperluan tiga brand lokal kami di dalam negeri yakni Jobb, UniAsia dan Man Club,” paparnya.

Sementara itu, Galib Machri, Business Solution PT Microsoft Indonesia, mengatakan, dukungan aplikasi yang disiapkan akan menghubungkan antara toko/gerai, back office, dan manajemen. Melalui integrasi jaringan, manajemen dapat mengontrol perkembagan secara real time baik penjualan, stok setiap toko/gerai, atau aktifitas bazar yang digelar Trisula.

“Di saat ini ongkos buruh meningkat, jadi cara kerja perusahaan harus efektif sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat dan akurat. Maka butuh informasi yang cepat dari perkembangan penjualan, stok, dan kegiatna bazaar misalnya, sehingga visibility trasanksi bisa dikontrol, juga bisa memantau dan mengetahui mana saja SPG yang perform dan tidak perform,” kata Galib.

Marcus Brotoatmodjo, Corporate Secretary Trisula menambahkan, kenaikan upah minimum buruh saat ini memang berdampak pada jasa SPG yang memasarkan produk Perseroan. Maka dari itu, Perseroan butuh kiat khusus intuk meningkatkan produktifitas melalui masukan informasi sebanyak-banyaknya via sistem IT yang baik, sehigga dapat direspon secara cepat.

“Jadi investasi IT senilai US$ 150 ribu tersebut bukan menitikberatkan pada efisiensi. Namun, lebih kepada peningkatan produktifitas, karena sebagai perusahaan yang sedang berkembang, kami perlu mengetahui tolak ukur perkembangan ritel kami sehingga harus dikontorol, diperbaikai jika ada kekurangan, direspon secara cepat,” kata dia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)