Ganti Bos, TAM Optimis “Unjuk Gigi” ke Mancanegara

Per 1 April 2014, Johnny Darmawan, resmi turun dari kursi tertinggi sebagai Presiden Direktur di PT Toyota Astra Motor (TAM). Pria berkumis ini telah memasuki masa purnabakti sehingga menyerahkan tongkat kepemimpinannya ke Hiroyuki Fukui.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham, pria kelahiran Jakarta 1 Agustus 1952, ini sudah tidak lagi wara-wiri dalam kegiatan TAM. Namun inovasi serta idenya dipercaya akan tetap ada dalam aktivitas perusahaan. “Saya ucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua stakeholder dan kepada Indonesia atas kepercayaannya kepada Toyota selama ini. Semoga apa yang positif selama ini bisa diteruskan bahkan ditingkatkan untuk masa depan industri otomotif Indonesia yang lebih baik,” ujar Johnny yang meraih gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi dari Universitas Trisakti Jakarta, itu.

Johnny Darmawan (istimewa) Johnny Darmawan (istimewa)

Hasil RUPS TAM  yang komposisi kepemilikan sahamnya dimiliki 51% oleh PT Astra Internasional Tbk, dan 49% Toyota Motor Corporation, Japan (TMC) memutuskan perubahan jajaran manajemen TAM. Posisi Presdir diduduki oleh Hiroyuki Fukui, Wakil Presdir oleh Suparno Djasmin, Direktur Pemasaran Rahmat Samulo.

TMC sebagai prinsipal Toyota melihat Toyota di Indonesia memegang peranan penting di pasar otomotif global. Sehingga, perusahaan menempatkan Hiroyuki Fukui (Managing Officer TMC) sebagai pucuk pimpinan TAM. Pergantian pucuk pimpinan diharapkan dapat memperkuat posisi Toyota di pasar domestik, tetapi juga menjadi pemain penting otomotif di pasar global.

Suparno Djasmin, Wakil Presdir TAM, mengatakan, kesiapan dan optimismenya untuk memperkuat industri otomotif nasional guna menghadapi persaingan pasar global. “Saya ucapkan terima kasih untuk fondasi industri otomotif yang telah dicanangkan oleh pendahulu saya,” imbuhnya.

Sekadar catatan, Johnny dua kali pernah menyabet gelar sebagai Best CEO dari Majalah SWA dan Majalah Warta Ekonomi pada tahun 2009 dan 2011. Dalam wawancaranya dengan SWA, pria murah senyum ini pernah berkelakar tentang 3 langkah jitu TAM menjalankan bisnis. Pertama, mengutamakan produk (product): kedua,  Sumber daya manusia (people),; ketiga, layanan (service).

Ia mengatakan bahwa untuk produk, Toyota selalu mengupayakan produk berkualitas dan berteknologi terbaik dengan mengutamakan unsur lokal dalam setiap produknya. Sedangkan untuk People, Johnny menerapkan nilai-nilai Toyota Way, antara lain continuous improvement yaitu selalu memberikan yang terbaik sesuai kebutuhan pelanggan serta respect for people atau menghargai setiap individu dengan menerapkan standar global baik bagi seluruh keluarga besar Toyota, pelanggan, maupun masyarakat. Terakhir, Services berarti Toyota menekankan kemitraan dengan jaringan lokal dengan layanan dan diler resmi Toyota yang sudah tersebar di seluruh Indonesia.

Tahun lalu, TAM selaku agen tunggal pemegang merek Toyota di Indonesia, berhasil menempati posisis kelima terbesar di dunia dalam penjualan pada jajaran Toyota Motor Corp. Tahun ini perusahaan induk mereka di Jepang memutuskan membagi dua basis produksi untuk ekspor. Toyota Thailand diminta memenuhi permintaan Eropa dan Amerika Utara, terutama untuk sedan. Sedangkan pabrik Toyota di Indonesia mengisi ceruk permintaan pasar di Timur Tengah dan Amerika Latin. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)